Dilema Djanur, antara rotasi pemain dan perjuangkan delapan besar

Pelatih Persikabo 1973 Djadjang Nurdjaman dihadapkan pada pilihan dilematis jelang meladeni Arema FC, apakah merotasi pemain atau memperjuangkan peluang lolos ke babak delapan besar Piala Presiden 2022.

Pertandingan tersebut bakal menjadi laga pemungkas bagi kedua tim di fase penyisihan Grup D dan baik Persikabo maupun Arema bakal memastikan lolos ke delapan besar apabila meraih kemenangan di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Minggu (19/6) esok.

"Ini cukup dilematis. Ini pramusim di mana kami harus melihat kemampuan semua pemain. Tapi, di sisi lain, kami juga memiliki peluang untuk melaju dengan memenangkan pertandingan dan itu juga harus diperjuangkan," katanya dalam jumpa pers pralaga di Kota Malang, Sabtu.

Pelatih yang akrab disapa Djanur itu mengaku bahwa dari skuad Persikabo yang berisikan 28 pemain di Piala Presiden, empat di antaranya sama sekali belum mendapat kesempatan bermain.

Di Grup D, yang juga dihuni Persik Kediri dan PSM Makassar, semua tim sama-sama mengumpulkan tiga poin setelah masing-masing sekali menang dan sekali kalah dari dua pertandingan sejauh ini.

Kondisi itu praktis membuat semua tim-tim yang memenangi pertandingan pemungkas pada Minggu (19/6) esok bakal lolos ke perempat final nanti.

Baca juga: Arema FC incar kemenangan pada laga hidup mati lawan Persikabo 1973

Djanur secara khusus menyebut bahwa meski timnya masih berpeluang lolos, meraih kemenangan melawan Arema yang berstatus tuan rumah Grup D bukanlah persoalan mudah, terlebih lagi mereka mendapat keuntungan dukungan langsung dari para suporternya.

Di sisi lain, pelatih berusia 63 tahun itu juga menyoroti kualitas skuad Arema yang disebutnya merupakan salah satu tim dengan materi pemain berkualitas terbaik di Indonesia.

"Kami tahu di grup ini semua masih memiliki peluang. Untuk mengalahkan Arema FC, bukan persoalan gampang terlebih mereka bermain di rumah sendiri dan di hadapan para pendukungnya," kata Djanur.

"Kami datang dengan komposisi antara pemain senior yang lama dan pemain baru yang didatangkan dari Liga 2 dan Liga 3. Secara materi, Arema FC jauh di atas kami. Namun, saya meminta anak-anak untuk bermain percaya diri, termasuk dengan tekanan suporter," ujarnya menambahkan.

Gelandang bertahan Persikabo Ryan Wiradinata menegaskan bahwa ia bersama rekan-rekannya siap untuk mengikuti instruksi Djanur demi mendapatkan hasil optimal dan bisa melaju ke babak perempat final.

"Kita tahu Arema FC merupakan tuan rumah, tapi kami akan bermain sesuai dengan apa yang diarahkan oleh pelatih. Semoga kami bisa menjalankan itu dan meraih hasil maksimal," katanya.

Baca juga: Persik Kediri siap tampil maksimal pada laga penentu lawan PSM
Baca juga: Pemerintah minta PSSI-LIB selidiki kasus wafatnya suporter di GBLA

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel