Dimakamkan di Kampung Halaman, 8 Korban KKB di Nduga Diterbangkan Melalui Timika

Merdeka.com - Merdeka.com - Delapan dari sembilan jenazah korban penembakan kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Nogolaid, Kabupaten Nduga, Papua, diterbangkan ke kampung halamannya melalui Timika (Kabupaten Mimika), Minggu (17/7). Polisi menyebut delapan dari sembilan korban tewas dimakamkan di kampung halaman.

Kapolres Mimika AKBP I Gede Putra mengatakan, delapan jenazah itu diterbangkan menggunakan pesawat Lion Air dengan tujuan Makassar dan Nusa Tenggara Timur masing-masing tiga jenazah dan lainnya diterbangkan ke Medan dan Palu.

"Sedangkan jenazah seorang lainnya dimakamkan di Timika," kata Putra dihubungi di Jayapura.

Dia menambahkan, dua korban luka saat ini masih menjalani perawatan intensif di RSUD Timika akibat luka yang dideritanya yakni Sudirman dan Hasdin. Kondisi mereka relatif stabil dan telah mendapat penanganan dari paramedis sejak Sabtu (16/7).

Penyerang Diduga KKB Pimpinan Egianus Kogoya

Polisi menyebut bahwa Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) yang menjadi pelaku penyerangan terhadap warga sipil di Nogolaid, Kabupaten Nduga, Papua diduga dari kelompok Egianus Kogoya. Serangan KKB itu menewaskan 10 warga.

"Memang pelaku penyerangan yang melukai 11 orang warga sipil, 10 di antaranya meninggal itu adalah KKB pimpinan Egianus Kogoya," kata Dirreskrimum Polda Papua Kombes Pol Faizal Rahmadani di Jayapura, dikutip Antara, Minggu (17/7).

Dia menjelaskan, pelaku menyerang menggunakan senjata tajam selain melakukan penembakan. 11 orang terluka, 10 orang di antaranya meninggal dunia dan saat ini sudah dievakuasi ke Timika.

Tempat kejadian perkara penyerangan berada di luar Kenyam dan setelah melakukan penyerangan langsung melarikan diri.

Ketika ditanya tentang persediaan amunisi, Faizal mengatakan, KKB masih memiliki amunisi walaupun mungkin tidak banyak. "Walaupun demikian diharapkan aparat keamanan dan masyarakat tetap waspada," ujar dia. [gil]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel