Dimas Diajeng Sleman 2021 diharapkan jadi ikon pemulihan pariwisata

Ahmad Buchori
·Bacaan 2 menit

Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta mengharapkan Dimas Diajeng Sleman 2021 terpilih dapat menjadi ikon pariwisata dalam rangka membantu pemulihan pariwisata Sleman pada massa pandemi COVID-19.

"Di tengah pandemi COVID-19 seperti ini keberadaan Dimas Diajeng terpilih dapat menjadi ikon pariwisata dalam rangka membantu memulihkan pariwisata Sleman," kata Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman Suci Iriani Sinuraya di Sleman, Senin.

Sebelumnya pada Jumat 9 April 2021, Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo menobatkan Dimas Ibnu Azzulfa dan Diajeng Katarina Almanda sebagai Dimas Diajeng Kabupaten Sleman tahun 2021.

Pada Grand final Dimas Diajeng 2021 tersebut menghadirkan 30 finalis peserta atau 15 pasang Dimas Diajeng terpilih sebagai finalis dalam Pemilihan Dimas Diajeng Sleman 2021.

Ke 30 peserta tersebut dipilih berdasarkan seleksi yang sangat ketat dan obyektif oleh dewan juri dimulai dari tahun 2020. Beberapa aspek penilaian meliputi bidang pariwisata, kebudayaan, psikologi, karya tulis, unjuk bakat dan public speaking.

Suci berharap Dimas Diajeng terpilih mampu berinteraksi dengan masyarakat khususnya generasi muda melalui kegiatan-kegiatan positif.

"Selain itu juga diharapkan dapat terus turut membantu mengembangkan pariwisata Sleman," katanya.

Menurut dia, penyelenggaraan Pemilihan Dimas Diajeng sempat tertunda satu tahun akibat pandemi COVID-19 yang seharusnya dilaksanakan pada 2020.

"Hingga tahun ini kembali dilaksanakan Pemilihan Dimas Diajeng Sleman secara terbatas dan mengacu pada SOP dan protokol kesehatan (prokes) COVID-19 yang ketat," katanya.

Sedangkan Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo berharap kegiatan Pemilihan Dimas Diajeng tersebut dapat menjadi media dan sarana untuk memberikan tambahan pengetahuan dan wawasan tentang kepariwisataan di Kabupaten Sleman kepada generasi muda umumnya dan khususnya kepada para finalis Pemilihan Duta Wisata Dimas Diajeng Kabupaten.

"Tambahan pengetahuan dan wawasan tersebut saya harapkan dapat disebarluaskan oleh para finalis Dimas dan Diajeng ini kepada masyarakat luas melalui berbagai media sosial yang dimiliki seperti media sosial seperti Whatsapp, Facebook, Instagram untuk mendukung upaya Pemkab Sleman dalam meningkatkan kunjungan wisata di Sleman," katanya.

Baca juga: Sleman batasi jam operasional destinasi wisata hingga pukul 18.00 WIB

Baca juga: Obyek wisata alam jadi favorit kunjungan wisatawan ke Sleman

Baca juga: Sleman aktifkan reservasi daring destinasi wisata di "Visiting Jogja"