Dimaz Andrean Tertantang Jadi Religius di 'Lukas: The Journey of an Altar Boy'

·Bacaan 3 menit

Fimela.com, Jakarta Dalam series berjudul 'Lukas: The Journey of an Altar Boy', Dimaz Andrean mengungkapkan karakter yang dimainkannya sangat menantang. Menurut Dimaz, Ini adalah kesempatan pertamanya memerankan karakter Romo Katholik. Terlebih, dia juga tertarik dengan alur ceritanya yang menurutnya sangat menarik.

“Yang pasti cerita dan karakter, peran Romo ini membuat saya tertarik karena saya belum pernah memerankan sebagai seorang room katholik. Jadi kayanya asyik kalo saya peranin. Jadi semuanya asyik sih,” kata Dimaz Andrean saat press conference dan screening 'Lukas: The Journey of an Altar Boy' di Jakarta, Rabu (22/12/2021).

Demi mendalami karakter istimewa ini, Dimaz sudah bekerja keras sebelum proses syuting. Diawali dengan mempelajari melalui internet dan sosial media, dia bahkan sengaja meluangkan waktu untuk observasi ke gereja dan bertemu dengan romo setempat.

“Banyak hal mulai dari lewat internet, Google, YouTube, dan lain-lain. Saya juga mengambil waktu kosong saya untuk observasi ke gereja ketemu dengan Romo setempat dan orang-orang yang kebetulan di daerah sana tuh ada keseluruhan tetangga sekitar kanan kirinya itu umat Katholik jadi banyak hal yang saya lihat,” ujar Dimaz Andrean.

TERKAIT: Eksklusif Dimaz Andrean, Perpaduan Game, Musik dan Akting

TERKAIT: Cerita Cinta, Dimaz Andrean-Novita Triutama Dewi

TERKAIT: Tujuh Tahun Belum Punya Anak, Dimaz Andrean Belum Tentukan Pilihan untuk Program Momongan

Jalani Saja

Dimaz Andrean (Instagram/dimazandrean)
Dimaz Andrean (Instagram/dimazandrean)

Lebih lanjut, saat observasi langsung, Dimaz mencermati dan menyerap bagaimana cara bicara, gesturen, hingga berhubungan interaksi sosial antar satu sama lain. Pengalaman pertama memerankan tokoh Romo Katholik ini tidak membuatnya merasa ragu dan tidak kesulitan. Bahkan, dia mengatakan bahagia dalam menjalaninya dan hanya pasrah semuanya kepada Tuhan.

“Malah bahagia say, karena saya punya ruang di mana saya bisa bermain di dalamnya. Alhamdulillah saya gak pernah kepikiran oh bakal sulit nih karakter atau bakal gampang nih. Jadi pasrah aja, begitu saya dapat karakter yang ingin saya mainkan, jalanin,” papar Dimaz.

Series 'Lukas: The Journey of an Altar Boy' menceritakan kisah seorang anak laki-laki bernama Lukas yang berpetualang mencari Ayahnya, setelah mengetahui bahwa sang Ayah yang menghilang saat ia kecil ternyata masih hidup.

Ditemani Frans dan Flory, kedua temannya di pendidikan Misdinar, Lukas pergi secara diam-diam agar aksinya tidak diketahui oleh ibu dan neneknya. Petualangan mereka disajikan dengan lucu, ringan, serta sarat akan nilai-nilai kekeluargaan dan kasih sayang.

Sambut Natal dan Tahun Baru

Dimaz Andrean (Istimewa)
Dimaz Andrean (Istimewa)

Series original berjudul 'Lukas: The Journey of an Altar Boy'. Series bergenre drama dan petualangan ini sudah dapat ditonton eksklusif di Vision+ mulai tanggal 24 Desember 2021. Series Lukas: The Journey of an Altar Boy akan hadir di Vision+ sebanyak 5 episode dalam format Video on Demand (VOD) premium.

Selain menyajikan petualangan, series arahan sutradara Jay Sukmo ini juga akan mengangkat nilai-nilai agama yang digambarkan melalui karakter Lukas yang sangat religius. Meski memiliki keingintahuan yang tinggi dan sedikit keras kepala, ia tetap rajin mempelajari Alkitab dan ingin menjadi Anak Altar seperti ayahnya dulu.

Lukas: The Journey of an Altar Boy dibintangi oleh Aradhana Rahadi sebagai Lukas, Alif Anwar sebagai Frans, Chempa Puteri sebagai Flory, Dimaz Andrean sebagai Romo Eli, Rizky Hanggono sebagai Johan, Ruth Marini sebagai Maria, dan Lydia Kandou sebagai Suci.

Kata Sutradara dan Pemeran

Dimaz Andrean (Istimewa)
Dimaz Andrean (Istimewa)

Senada soal tantangan, sutradara series ini Jay Sukmo, mengaku antusias dan justru tertantang dalam memandu olah akting para karakter dan produksi. Di tengah himpitan kendala saat proses syuting series akibat pandemi Covid-19, Jay Sukmo mesti berpikir taktis.

“Kendala produksi memang kita harus memangkas tim produksi yang biasanya mungkin 70 atau 80 orang sekarang mungkin setengahnya. Terus musim hujan setiap jam 3 sore itu hujan, kita harus berpikir taktis di lokasi dimana scene itu selesai jadi sesuai skejul,” tuturnya.

“Tantangan, karena emang saya dari muslim, jadi ada tantangan tersendiri untuk mengakomodir cerita ini ke dalam bentuk serial religi. Tetapi secara konten bukan religi banget, ini tentang seorang anak, tentang petualang, dan juga keluarga,” sambung Jay Sukmo.

Dia juga menuturkan terlibat langsung dalam pemilihan cast atau pemain dalam series ini. Adapun Clarissa Tanoesoedibjo selaku Managing Director Vision+ menyebutkan pesan-pesan moral yang disampaikan.

“Pesan moralnya sebenarnya banyak sih karena di sini ada beberapa values yang kita masukan seperti diantaranya kekeluargaan, dan perjuangan terhadap pencarian terhadap sosok ayah dan ibu juga sih ceritanya. Tapi Lukas ini tetap berjuang untuk mencari sosok ayahnya,” kata Clarissa.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel