Dimediasi Rektor, Tujuh Guru Besar dan Dekan FEB Unhas Sepakati Tiga Poin

Merdeka.com - Merdeka.com - Rektor Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar, Prof Jamaluddin Jompa memediasi tujuh guru besar Jurusan Ilmu Manajemen dengan Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Prof Abd Rahman Kadir. Dari pertemuan tersebut disepakati tiga poin antara tujuh guru besar dan Dekan FEB Unhas.

Kepala Kantor Sekretariat Rektor Unhas, Dr Sawedi Muhammad membenarkan Rektor Unhas, Prof Jamaluddin Jompa telah memanggil tujuh guru besar dan Dekan FEB. Pertemuan tersebut digelar untuk mencari solusi terhadap masalah pengunduran diri tujuh guru besar mengajar program doktoral.

"Pertemuan itu akhirnya menyepakati tiga poin," ujarnya melalui keterangan tertulisnya, Rabu (2/11).

Tiga poin yang disepakati yakni, pertama Dekan FEB dan tujuh guru besar sepakat saling memaafkan atas apa yang terjadi. Sawedi menjelaskan kedua belah pihak apa yang telah dilakukan adalah pelajaran yang akan membawa hikmah.

"Poin kedua, Dekan dan Guru Besar FEB yang mengundurkan diri telah sepakat untuk menyelesaikan semua masalah secara kekeluargaan melalui komunikasi konstruktif dan saling menghargai, agar tercipta atmosfir akademik semakin baik," lanjut Sawedi.

Poin ketiga, semua pihak menyelesaikan semua permasalahan yang terjadi secara internal. Dia berharap tidak ada pihak di luar universitas dilibatkan.

Sebelumnya, jagad media sosial (medsos) di Kota Makassar digemparkan surat terbuka yang dibuat tujuh guru besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unhas, karena diduga didesak dekan untuk meluluskan seorang mahasiswa S3 Ilmu Manajemen meski tidak pernah mengikuti perkuliahan. Tujuh guru besar tersebut bahkan mengajukan pengunduran diri sebagai pengajar program doktor di FEB Unhas.

Adapun tujuh guru besar yang menyatakan mengundurkan diri berdasarkan surat terbuka tersebut yakni Prof Muhammad Idrus Taba, Idayanti Nusyamsi, Siti Haerani, danCevi Pahlevi. Tiga guru besar lainnya yakni Prof Haris Maupa, Prof Muhammad Asdar, dan Prof Mahlia Muis. [cob]