Diminta Bahas KUA-PPAS: DPRD: Jokowi Jangan Cuma Kejar Popularitas

INILAH.COM, Jakarta - Terkait minimnya waktu pengesahan Kebijakan Umum Anggaran dan Perhitungan Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS), Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo diminta lebih fokus membahas KUA-PPAS bersama DPRD. Terlebih hingga saat ini belum disepakati.

Desakan tersebut dilontarkan Wakil Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPRD DKI Jakarta, Inggard Joshua saat ditemui di gedung DPRD DKI Jakarta, Senin (3/12/2012). "Masih ada beberapa pekerjaan yang belum terselesaikan. Jadi harus lebih fokus membahas KUA-PPAS, jangan cuma popularitas," kata Inggard.

Menurutnya, beberapa program Jokowi-Ahok yang hingga saat ini alokasi anggarannya belum bisa disepakati oleh DPRD, yakni pembangunan jalan layang non-tol, pembangunan kampung deret, peremajaan bus kota serta Kartu Jakarta Sehat (KJS).

"Harusnya pembahasan program-program ini bisa diselesaikan dengan cepat. Untuk kampung deret itu landasan hukumnya gimana, payung hukumnya mana, itu tanah milik siapa, apakah ada sertifikatnya? Harus ada detailnya dong," jelasnya.

Selain itu, dijelaskan Inggard, khusus KJS yang dulu rencananya akan dibagikan kepada satu juta orang, dengan anggaran Rp 1,1 triliun, kini bertambah 4,7 juta orang dengan dananya Rp 1,2 triliun. "Apa cukup? Jadi mari dibicarakan agar cepat selesai," ucapnya.

Diakui Inggard, Jokowi memang sangat populer di kalangan warga DKI. Bahkan setiap melakukan kunjungan kerja, sosok Jokowi selalu dikerubungi masyarakat, ternmasuk untuk meminta berfoto. "Tapi seharusnya Jokowi jangan melupakan tugas-tugas yang lain untuk pembangunan Jakarta," tandasnya.[bay]

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.