Diminta Pemerintah Investasi Kendaraan Listrik di Indonesia, Ini Tanggapan Mercedes-Benz

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Pemerintah Indonesia melalui Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita menggoda Mercedes-Benz untuk melakukan investasi dalam produksi kendaraan listrik di Indonesia. Hal tersebut, disampaikan saat kunjungan ke Jerman beberapa waktu lalu.

Dalam kesempatan tersebut, Agus memaparkan peluang investasi di Tanah Air bagi produsen kendaraan kelas premium dari Eropa, termasuk potensi Indonesia sebagai basis pengembangan mobil berbasis fuel cell.

“BMW telah menyatakan minatnya untuk membangun ekosistem tersebut di Indonesia. Mercedes-Benz juga bersedia bekerjasama dan sedang mengeksplorasi peluang ekspor kendaraan ke Australia dan ASEAN, rencananya mereka akan menjadikan Indonesia sebagai hub produksi," ujar Agus di Munich, Jerman, Jumat (29/10) lalu.

Menanggapi pernyataan sang menteri, President Director PT Mercedes-Benz Distribution Indonesia Choi Duk Jun, mengucapkan terima kasih kepada Menteri Perindustrian yang telah mengunjungi kantor pusat pabrikan berlambang tiga bintang itu.

"Kami berterima kasih karena telah meluangkan waktunya, untuk menyampaikan segala sasuatu apa yang akan kita dapatkan. Tahun depan kita akan merilis mobil listrik di Indonesia, EQS. ini yang bisa saya katakan untuk saat ini," jelasnya, menanggapi pertanyaan Liputan6.com, di sela-sela pameran Star Expo, di Senayan City, Jakarta Pusat, Rabu (3/11/2021).

Sementara itu, terkait rencana investasi kendaraan listrik, pihak Mercedes-Benz memang belum memberikan informasi secara detail. Tapi yang pasti, jenama Bavarian ini terus melakukan studi terkait hal tersebut.

"Kami juga masih terus melanjutkan studi tentang investasi lebih lanjut. Saat ini terlalu dini untuk mengatakannya. Yang bisa saya katakan, ya tahun depan kita akan menghadirkan mobil listrik," pungkasnya.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Perkembangan EV di Indonesia

Sebagai negara yang telah menyatakan kesiapannya memasuki memasuki era kendaraan listrik, Indonesia memperkuat tekad tersebut melalui penerbitan Peraturan Presiden Nomor 55 Tahun 2019 tentang Percepatan Program Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (Battery Electric Vehicle/BEV) untuk Transportasi Jalan.

Kemenperin juga telah menerapkan peta jalan pengembangan kendaraan listrik melalui Peraturan Menteri Perindustrian Nomor 27 tahun 2020.

“Sangat penting untuk investor berinvestasi di Indonesia karena kami yakin di masa depan akan terjadi peningkatan demand EV di dunia. Indonesia punya target pengembangan komponen utama untuk EV seperti baterai, motor elektrik, dan inverter,” ucap Agus.

Agus juga menjelaskan keuntungan Indonesia dalam mengekspor produk kendaraan bermotor ke Australia, karena kedua negara ini telah menandatangani Indonesia-Australia Comprehensive Economic Partnership Agreement (IA-CEPA) yang mulai berlaku sejak 5 Juli 2020.

Kehadiran IA-CEPA ini menghadirkan penghapusan tarif perdagangan kendaraan (Completely Built Up) CBU menjadi 0 persen bagi tipe mobil penumpang yang diproduksi di Indonesia untuk diekspor ke Australia. Untuk itu, Agus menawarkan kepada produsen mobil dari Jerman agar dapat menjadikan Indonesia sebagai production base kendaraan bermotor yang diekspor ke Australia.

“Selain itu, mobil asal Jerman seperti BMW dan Mercedes-Benz merupakan merek premium yang paling populer di Australia pada tahun 2020,” ujar Agus.

Infografis Cara Hindari Jeratan Pinjol Ilegal

Infografis Cara Hindari Jeratan Pinjol Ilegal (Liputan6.com/Triyasni)
Infografis Cara Hindari Jeratan Pinjol Ilegal (Liputan6.com/Triyasni)
Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel