Diminta Taubat Sebelum Diazab, Jaksa Sindir Etika Habib Rizieq

Dedy Priatmojo
·Bacaan 2 menit

VIVAJaksa penuntut umum menilai terdakwa Habib Rizieq Shihab telah mendiskreditkan Kepolisian dan Kejaksaan dengan menyebut polisi-jaksa telah melakukan pemufakatan kejahatan menyamakan undangan Maulid Nabi Muhammad SAW sebagai hasutan melakukan kejahatan.

Padahal, terdakwa pada 13 November 2020 pukul 04.00 dini hari di kawasan Tebet, Jakarta Selatan, di tengah pandemi COVID-19, telah menghasut jamaah yang hadir agar menghadiri acara Maulid Nabi Muhammad SAW di Petamburan pada keesokan harinya, sekaligus mengundang para habaib untuk hadir di acara pernikahan putrinya.

"(kata terdakwa) Siap hadir? Dijawab masyarakat 'Siap'. Diulangi terdakwa sampai 3 kali dan dijawab 'Siap'," kata Jaksa saat membacakan jawaban atas eksepsi Habib Rizieq di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Selasa, 30 Maret 2021.

Jaksa mengatakan terdakwa Habib Rizieq mendalilkan kegiatan Maulid Nabi Muhammad SAW sebagai bagian fitnah Kepolisian dan Kejaksaan. Sebagaimana eksepsi terdakwa yang mengkhawatirkan panggilan Azan Salat di masjid, undangan Kebaktian di gereja, undangan ibadah di pura dan klenteng merupakan hasutan kejahatan berkerumun sehingga terdakwa menyimpulkan sebagai kriminalisasi agama

"Eksepsi terdakwa terlalu berlebihan dan mendramatisir yang bertujuan menciptakan opini, dengan terdakwa bersumpah manusia tidak beragama atau anti agama yang menfitnah undangan beribadah sebagai hasutan kejahatan," ujar Jaksa.

Menurut jaksa, Habib Rizieq sebagai panutan semestinya tidak menyimpulkan hasutan yang dia lakukan atas undangan pernikahan anaknya sekaligus pelaksanaan Maulid Nabi Muhammad SAW sebagai fitnah bagi Kepolisian dan Kejaksaan.

"Tidak semestinya ada kata di akhir eksepsi terdakwa yang berbunyi 'Kepolisian dan Kejaksaan segera taubat sebelum kena azab Allah SWT'. Ini lah contoh kata-kata yang tidak perlu dipertontonkan sebagai seorang yang paham etika," terang Jaksa

Sebelumnya, terdakwa kasus kerumunan protokol kesehatan, Habib Rizieq Shihab meminta aparat kepolisian dan kejaksaan segera bertaubat sebelum mendapat azab dari Allah SWT.

Sebab, logika polisi dan jaksa dinilainya sangat menyesatkan terkait kasus yang dihadapinya. Karena menyamakan undangan Maulid Nabi Muhammad SAW dengan hasutan melakukan kejahatan.

"Melalui sidang ini, saya serukan kepada Kepolisian dan Kejaksaan segeralah taubat kepada Allah SWT sebelum kalian kena azab Allah SWT," kata Habib Rizieq saat sidang eksepsi di Pengadilan Negeri Jakarta Timur pada Jumat, 26 Maret 2021.