Dimutasi Jokowi, Wali Kota Jaksel Beres-beres  

TEMPO.CO, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo memutasi sejumlah pejabat, Kamis, 14 Februari 2013 kemarin. Di antaranya Wali Kota Jakarta Selatan, Anas Efendi. Jabatan baru Anas adalah Kepala Badan Perpustakaan dan Arsip Daerah.

Anas telah meninggalkan kantor tanpa membawa barang. "Kemarin Bapak sudah meninggalkan kantor," kata May, Sekretaris Anas Efendi, Jumat, 15 Februari 2013. Menurut dia, Anas tidak membawa barang di kantor. Soalnya, "Semua inventaris kantor."

Di halaman kantor Wali Kota Jakarta Selatan, Jalan Prapanca Raya, tidak ada aktivitas menonjol. Sejumlah PNS Pemerintah Kota Jakarta Selatan baru usai mengikuti kegiatan kebugaran yang rutin dilakukan dua kali dalam seminggu.

Sementara di lantai dua ruang kerja Anas Efendi terlihat sepi. Dua meja petugas keamanan dalam (Pamdal) di depan ruang kerja Anas kosong tanpa petugas. Di sebelah kanan, ruang kerja Wakil Wali Kota dan Sekretaris Kota Jakarta Selatan, tampak seorang petugas Pamdal berjaga. "Saya tidak melihat Bapak (Anas) masuk," ujar si petugas.

Sementara Pamdal yang berjaga di pintu masuk Kantor Wali Kota Jakarta Selatan mengaku tidak melihat Anas Efendi masuk. "Biasanya jam 7 pagi sudah datang," ujar petugas. Ternyata, sejak kemarin, Anas telah meninggalkan kantor tersebut. Pasalnya, hari ini Anas dilantik Jokowi untuk menduduki jabatan barunya.

SOETANA MONANG HASIBUAN

Berita Lainnya:

Jokowi Akan Coba Waterway Setelah Jumatan 

Ini Mekanisme Penggunaan Tiket Elektronik KRL

Yuk, Naik Waterway Mumpung Gratis

Gedung Puskesmas Kelurahan Koja Nyaris Ambruk

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.