Din: Video Asli, tapi Densus Tak Perlu Bubar

TEMPO.CO, Yogyakarta--Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Din Syamsuddin mendesak Markas Besar Kepolisian RI mengakui keaslian video kekerasan yang dilakukan personel Densus 88 terhadap sejumlah tersangka teroris. Din menantang Mabes Polri memastikan keaslian video itu dengan mendatangkan ahli telematika.

"Mabes Polri jangan berapologi, Saya yakin video itu asli, pelakunya memakai seragam Densus 88. Kecuali, jika ternyata ada orang lain pura-pura memakai seragam Densus," ujar Din saat berkunjung ke SD Muhammadiyah 3 Wirobrajan, Kota Yogyakarta pada Selasa, 19 Maret 2013. (Lihat: VIDEO Kekerasan Densus 88 Beredar di Youtube)

Namun, dia menolak pendapat yang mendesak pembubaran Densus, dengan alasan adanya bukti keaslian video kekerasan. Din menganggap pembubaran pasukan pemburu teroris itu tidak akan menyelesaikan masalah inti seputar penananganan terorisme di Indonesia. "Metodenya yang diubah, Densusnya tak perlu bubar," kata Din.

Dia mengatakan metode penanganan terorisme dengan aksi kekerasan, seperti ditampilkan di video kontroversial yang diduga merekam aksi Densus, tidak akan membasmi terorisme di Indonesia. "Terorisme merupakan musuh bersama di negeri ini, tapi tak bisa terus ditangani dengan cara seperti itu," kata Din.

Din berpendapat Terorisme harus ditangani dengan metode yang tak melanggar hak asasi. "Jika metode penanganannya seperti di video itu, terorisme tak bakal selesai," Din menegaskan. Simak Edisi Khusus Kontroversi Densus88.

ADDI MAWAHIBUN IDHOM

Baca juga:

Video Densus, Polri: Melanggar HAM Sebelah Mana?

Pengakuan Wiwin, 'Korban' di Video Densus 88

Alasan Tokoh Agama Laporkan Video Densus ke Polri

Topik Terhangat:

Hercules Rozario || Krisis Bawang || Harta Djoko Susilo || Nasib Anas

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.