Dinas Bandung harapkan produsen tahu-tempe tak mogok produksi

·Bacaan 1 menit

Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) Kota Bandung, Jawa Barat, mengharapkan para produsen tahu dan tempe tidak mogok produksi di tengah kenaikan harga kacang kedelai saat ini.

Kepala Disdagin Kota Bandung Elly Wasliah mengatakan saat ini pihaknya tengah berdialog dengan paguyuban pedagang tahu-tempe menyusul rencana mereka menggelar aksi mogok selama tiga hari, mulai Jumat (28/5/2021).

"Pedagang tahu tempe akan mogok mulai besok Jumat (28/5/2021) sampai Minggu (30/5/2021), tiga hari mereka akan mogok berjualan dikarenakan harga kedelai ada kenaikan," katanya di Bandung, Jawa Barat, Kamis.

Menurut dia, di Kota Bandung, harga kacang kedelai saat ini sudah mencapai Rp10.700 per kilogram atau naik dari April 2021 yang masih stabil Rp9.200 per kilogram.

Kenaikan harga kedelai itu tak lepas dari kenaikan harga secara global. Apalagi, kata dia, Amerika Serikat yang menjadi penyuplai kedelai belum memasuki masa panen.

"Tapi, Kemendag sudah memastikan stok kacang kedelai dalam kondisi yang aman, meski memang harganya saja yang bergerak naik," kata dia.

Sejauh ini, ia terus berupaya menstabilkan harga kacang kedelai dengan memotong mata rantai distribusi, sehingga nantinya distribusi kacang kedelai akan langsung terhubung dengan pedagang tahu dan tempe.

"Jadi, memutus mata rantai supaya tidak ada lagi yang menyebabkan harga mahal, itu salah satu upayanya," kata Elly.

Meski begitu, ia meminta masyarakat tidak perlu khawatir karena tidak semua pedagang tahu dan tempe akan melakukan aksi mogok produksi.

"Ini juga sedang kita konfirmasi, gak usah khawatir. Kami belum bisa pastikan apakah semuanya mogok atau tidak," kata dia.

Baca juga: Kemendag: harga kedelai dunia naik, tahu tempe nasional stabil
Baca juga: Kementan diminta kendalikan harga kedelai
Baca juga: Kemendag berkomitmen jaga kestabilan harga tahu dan tempe