Dinas Pendidikan DKI Siap Kaji Program Jokowi

TEMPO.CO, Jakarta - Dinas Pendidikan DKI Jakarta menyatakan siap mengkaji dan melaksanakan program yang disiapkan Gubernur Jakarta baru, jika kemenangan Joko Widodo dalam penghitungan suara cepat Kamis 20 September 2012 lalu, disahkan oleh Komisi Pemilihan Umum Daerah Jakarta.

»Sampai akhir 2012, kami sudah punya program yang siap dilaksanakan berdasarkan rencana lima tahunan yang sudah disusun,” kata Kepala Dinas Pendidikan Taufik Yudi Mulyanto saat dihubungi, Sabtu, 22 September 2012.

Menurut Taufik, program yang dikampanye Joko Widodo selama masa kampanya pemilihan lalu akan dikaji secara mendalam. »Tentu akan kami jadikan inspirasi dalam merencanakan dan mengusulkan program ke depan,” katanya.

Menurut Taufik, selama ini program-program di bidang pendidikan telah disusun sesuai kebutuhan para peserta didik, dan masyarakat secara lebih luas. Dinas Pendidikan misalnya meluncurkan program Wajib Belajar 12 tahun, Mei 2012 lalu. Program dengan anggaran Rp 1,76 triliun ini bertujuan untuk memberi akses luas pada masyarakat usia sekolah untuk mendapat layanan penddikan secara gratis, adil, dan berkualitas.

Ketika dihubungi Jumat 21 September 2012, Joko Widodo mengaku akan memprioritaskan program Jakarta Pintar dan Jakarta Sehat pada 100 hari pertama pemerintahannya. Jokowi mengaku sistem kartu Jakarta Pintar akan lebih efektif untuk memberi pendidikan gratis pada masyarakat tidak mampu.

M. ANDI PERDANA

Berita Terpopuler:

Kucing Keluarga Jokowi Ikut Pindah

Tiba di Solo, Jokowi Disambut Meriah

Pengguna Blackberry di Eropa Alami Problem Ini

Jokowi Menang, Solo Akan Dipimpin Si Kumis?

Samsung Gugat iPhone 5

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.