Dinas Perkimtan Palembang targetkan rehabilitasi 4.000 RTLH

Dinas Perumahan, Permukiman, dan Pertanahan (Perkimtan) Kota Palembang, Sumatera Selatan, menargetkan perbaikan atau rehabilitasi 4.000 rumah tidak layak huni (RTLH) hingga 2023.

"Rehabilitasi RTLH milik warga yang tergolong tidak mampu diupayakan tuntas pada tahun depan agar tidak menjadi kawasan kumuh sesuai dengan Program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku)," kata Kepala Dinas Perkimtan Palembang Affan Prapanca, di Palembang, Rabu.

Baca juga: Ratusan RTLH di Sumsel segera dibedah gratis dengan program BSPS

Menurut dia, untuk melakukan rehabilitasi ribuan rumah tidak layak huni yang tersebar di wilayah 18 kecamatan itu melibatkan berbagai pihak.

"Kami akan melibatkan sejumlah pihak seperti Balai Penyedia Perumahan, perusahaan milik negara dan swasta melalui program tanggung jawab sosial serta lingkungan atau CSR , lembaga lain seperti Baznas dan asosiasi perumahan," ujarnya.

Dia menjelaskan, program rehabilitasi RTLH yang sedang berjalan sekarang ini dari Balai Penyedia Perumahan dengan sasaran 250 unit.

Baca juga: 396 rumah tak layak huni dapat bantuan dari Kementerian PUPR

"Rehabilitasi RTLH di Bumi Sriwijaya ini diharapkan berjalan dengan baik sesuai target yang diharapkan serta visi misi pasangan Wali Kota Harnojoyo dan Wakil Wali Kota Fitrianti Agustinda," katanya.

Ia mengatakan, melalui upaya tersebut Program Kotaku bisa segera terwujud dan menjadikan Palembang sebagai kota yang bersih, aman, rapi, indah, dan layak huni atau kota idaman.

Sebelumnya Wali Kota Palembang Harnojoyo mengajak warga di Ibu kota Provinsi Sumatera Selatan itu berpartisipasi mewujudkan kota tanpa kumuh (Kotaku).

Baca juga: Pemkot Bogor bantu rehabilitasi 4.286 rumah tak layak huni pada 2022

"Program Kotaku yang telah berjalan sejak beberapa tahun terakhir sulit berjalan sesuai harapan bersama yakni terwujudnya kota layak huni tanpa dukungan dari semua pihak dan lapisan masyarakat karena terbatasnya tenaga dan dana," katanya.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel