Dinas: Sampah Jakarta Bertambah 1.100 Ton Pascabanjir

Jakarta (ANTARA) - Sampah yang muncul pascabanjir di DKI Jakarta mengalami peningkatan rata-rata 1.100 ton per hari, dengan jumlah terbesar berasal dari wilayah Jakarta Utara dan Jakarta Barat, kata Kepala Dinas DKI Jakarta Unu Nurdin.

"Peningkatan sampah rata-rata 1.100 ton per hari, terbesar di Jakarta Utara dan Jakarta Barat," kata Unu usai mendampingi Gubernur DKI Jakarta Joko "Jokowi" Widodo meninjau sungai di kawasan Penjaringan, Jakarta Utara, Minggu siang.

Produksi sampah di DKI Jakarta setiap hari secara fluktuatif sebesar 5.300 ton hingga 6.300 ton per hari, dengan demikian Dinas Kebersihan memerlukan truk pengangkut sampah ekstra untuk membawa sampah sisa banjir tersebut.

Unu menyebutkan, jumlah unit truk yang dimiliki Pemerintah Provinsi sebanyak 523 unit, sehingga pihaknya akan menyewa truk tronton untuk membersihkan sampah-sampah tersebut.

"Kami perkirakan per wilayah, (timur, barat, utara dan selatan), akan diturunkan 50 truk tronton," katanya.

Terkait mekanisme pengangkutan sampah, dia berharap, peran serta warga dalam membuang sampah dapat mendukung petugas kebersihan ketika mengangkutnya.

Dinas Kebersihan memiliki jadwal untuk mengangkut sampah, yaitu ketika subuh pukul 5.00 WIB dan malam hari pukul 22.00 WIB, maka diharapkan warga yang ingin membuang sampah bisa disesuaikan dengan waktu-waktu tersebut agar tidak terjadi penumpukan.

"Itu tergantung masyarakat, apalagi sampah sisa banjir kebanyakan berupa perabotan rumah tangga yang bercampur lumpur. Itu memang agak sulit," tambahnya.

Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Jokowi meninjau tumpukan sampah di Kali Mati, yang berada di Kelurahan Gedong Panjang, Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara.

Sejumlah truk sampah juga berada di sekitar lokasi untuk membersihkan dan mengangkut sisa-sisa banjir yang melanda Jakarta pada 17 Januari.(rr)

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.