Dinas SDA DKI revitalisasi 11 MCK komunal

Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta merevitalisasi 11 fasilitas Mandi, Cuci, Kakus (MCK) komunal di lima wilayah di Ibu Kota dalam rangka mendukung terwujudnya sanitasi masyarakat yang layak dan aman.

"Program ini diharapkan dapat memenuhi kebutuhan terhadap akses sanitasi yang layak dan aman bagi masyarakat," kata Sekretaris Dinas SDA DKI Dudi Gardesi di Jakarta, Rabu.

Dinas SDA DKI berupaya melakukan penanganan agar air limbah domestik dari MCK komunal tidak mencemari lingkungan, salah satunya dengan cara revitalisasi pengolahan air limbah.

Pembangunan MCK komunal itu dilakukan secara bertahap serta yang saat ini sudah selesai konstruksi berada di tujuh lokasi.

Sisanya tinggal empat titik yang masih dalam tahap konstruksi dengan target penyelesaian pada akhir November 2022.

Dinas SDA mencatat total anggaran revitalisasi 11 MCK komunal itu mencapai Rp3,5 miliar dengan rincian pembangun fisik mencapai Rp2,85 miliar dan pengawasan Rp650 juta.

Ada pun 11 lokasi MCK komunal itu berada di Jakarta Pusat yakni di Jalan Kebon Sirih Barat 1, Gudang Material Sunter Kemayoran Sudin SDA, kemudian di Jakarta Utara meliputi di Gudang Material Ketel Uap Sudin SDA, lahan sekitar Jalan Lorong 18 Koja, dan Rumah Pompa Taman Plumpang Sudin SDA.

Selanjutnya di Jakarta Barat yakni di lahan sekitar permukiman RT002/RW04 Pinangsia, Posko SDA Kebon Jeruk (Pos Pengumben), Posko Dumptruck Rumah Pompa Susilo, Rumah Pompa NN Cengkareng.

Kemudian di Jakarta Selatan di lahan sekitar permukiman RW 03 Kelurahan Tanjung Barat dan di Jakarta Timur di permukiman RT 001/RW06 Jatinegara.

Sebelumnya, pada rapat paripurna yang mengagendakan penyampaian pandangan fraksi di DPRD DKI terkait Rancangan Perda APBD 2023, Rabu (9/11), perwakilan Fraksi Partai Gerindra DPRD DKI, Thopaz Nugraha Syamsul mengungkapkan temuan sebanyak 770 ribu warga DKI masih melakukan BAB sembarangan.

"Menurut data dari Dinas Kesehatan Provinsi DKI pada tahun 2021, menyebutkan bahwa masih ada 770 ribu warga Jakarta yang buang air besar sembarangan atau open defecation," ucapnya.

Untuk itu, pihaknya meminta penguatan anggaran pada Perumda Pengelolaan Air Limbah (PAL) Jaya yang dialokasikan dalam penyediaan tangki septik komunal.

Penyediaan tangki itu, lanjut dia, diarahkan untuk kawasan pemukiman padat penduduk dan kumuh.
Baca juga: Perumda Paljaya bangun pipa pengolahan air limbah di TB Simatupang
Baca juga: Pemkot Jaksel sediakan jaringan pengelolaan air limbah untuk warga
Baca juga: Pemkot Jaktim manfaatkan biopal olah limbah pelaku usaha jasa boga