Dinasti Politik Tumbuh Subur di Sumsel: Setelah Bapak Giliran Anak

TRIBUNNEWS.COM, PALEMBANG - Politik kekerabatan sedang tumbuh di Sumatera Selatan (Sumsel). Sejumlah kandidat bakal calon pemilihan kepala daerah (pilkada) di Sumsel punya hubungan keluarga dengan kepala daerah yang masih menjabat.

Sebut saja Novirzah Djazuli, anak Walikota Pagaralam, Dzajuli Kuris. Novirzah maju sebagai calon wakil walikota Pagaralam berpasangan dengan Wakil Walikota Pagaralam, Hj Ida Fitriati. Keduanya bakal bersaing dengan Hj Septiana Zuraida Zamzami, istri Walikota Lubuklinggau, Riduan Effendi. Septiana juga merupakan anak Zamzami Ahmad, mantan Ketua DPRD Sumsel (2003-2008).

Lebih seru lagi Pilkada Ogan Komering Ilir (OKI). Zaitun Mawardi Yahya, anak kandung Bupati Ogan Ilir (OI), Mawardi Yahya, yang digadang menjadi bakal calon Wakil Bupati OKI. Zaitun bakal bersaing dengan Tartila Ishak, istri Ishak Mekki, Bupati OKI.

Yusuf Mekki, yang tak lain kakak kandung Ishak Mekki, juga sedang bersiap maju di Pilkada OKI tersebut. Pertarungan bakal diramaikan Iskandar SE, Ketua DPW PAN Sumsel yang merupakan adik kandung Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Hatta Rajasa.

Ishak Mekki membantah jika istrinya, Tartila Ishak maju pada pemilihan Bupati OKI dengan menumpang kepopulerannya. Selain itu, tidak ada aturan yang melarang istri pejabat mencalonkan diri menjadi kepala daerah.

"Itu merupakan hak seseorang. Sebelumnya sempat dipermasalahkan dan diajukan ke Mahkamah Konstitusi (MK), ternyata sampai sekarang belum dikabulkan," ujar Ketua DPD Partai Demokrat Sumsel ini kepada Tribun Sumsel.

Berdasarkan hal itu, Ishak menganggap rencana pencalonan istrinya sah-sah saja. Apalagi Tartila Ishak sekarang menjabat Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrat OKI. Rencana pencalonan juga berdasarkan hasil survey partai yang menilai Tartila sebagai sosok yang ideal dan dikehendaki masyarakat.

"Bukan numpang pamor, sekarang tidak bisa lagi menempel adik gubernur, adik bupati, adik menteri. Apabila belum berbuat untuk rakyat, maka hubungan kekerabatan dengan pejabat tidak berarti," ujar Ishak yang memimpin OKI dua periode.

Bagimana dukungan ke pencalonan istrinya? Ishak mengaku hanya mengikuti dan mengalir seperti air. "Ada peluang, dan masyarakat juga menghendaki, maka silahkan saja," tambahnya. Berdasarkan beberapa indikator itu, Ishak optimis istrinya mampu memenangkan Pemilihan Bupati OKI periode mendatang.

Hal senada dikatakan Zaitun Mawardi Yahya yang mengusung misi memekarkan OKI menjadi tiga kabupaten. Zaitun mengaku terinspirasi ayahnya, Mawardi Yahya, yang dia nilai berhasil memimpin Kabupaten OI.

"Justru dengan itu semua, saya gak takut tapi malah merasa bangga karena apa yang telah dicontohkan orangtua, sudah bagus dan amanah. Apalagi masalah pemekaran, saya bisa langsung bertanya kepadanya yang merupakan pelopor pemekaran kabupaten OI. Jadi, gak perlu jauh-jauh belajarnya," kata dia.

Zaitun optimis menang karena sosialisasi diterima warga. "Modalnya restu dari orangtua, tekad serta dukungan. Kalau soal berapa uang yang harus dipersiapkan, itu rahasia dapur lah. Masalah parpol, masih belum final. Karena kami juga masih melihat tanggapan masyarakat tentang siapa yang akan maju menjadi calon bupati dan calon wakil bupati," ujarnya.

Yan Anton Ferdian, Ketua DPD Golkar Banyuasin dan anggota DPRD Sumsel, juga digadang maju di Pilkada Banyuasin. Dia merupakan anak Amiruddin Inoed, Bupati Banyuasin periode 2008-2013.

Yan mengaku tidak hanya sekedar mengandalkan jabatan orangtuanya. Apalagi meneruskan jabatan yang dianggap sebagai dinasti politik keluarga. Pencalonan dilakukan karena dia merasa mampu memimpin dan mengabdi sebagai putra terbaik Kabupaten Banyuasin demi mensejahterakan masyarakat.

"Sah-sah saja pengamat dan masyarakat beropini tersebut, tapi semuanya saya kembalikan ke masyarakat untuk menilainya, meskipun masih tetap mengandalkan perahu sebelumnya," kata dia, Minggu (18/11).

Namun demikian, Yan berencana melanjutkan program bupati saat ini dan memperbaikinya agar lebih baik lagi, seperti kekuatan infastruktur di desa yang perlu diprioritaskan. "Jalan, jembatan, kantor desa, tersedianya listrik, air bersih bagi masyarakat, dan penunjang pertanian," kata dia. Yan telah didukung PKB dan PPI, serta masih menunggu restu dari Partai Golkar. (tribun sumsel/iam/wan/and/arf)

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.