Dinkes: 14 pasien Omicron di Jawa Barat

·Bacaan 2 menit

Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat menyatakan hingga saat ini ada 14 kasus pasien COVID-19 varian Omicron dari Jawa Barat yang sedang menjalani perawatan di RSDC Wisma Atlet Jakarta dan RSUD Al Ihsan Baleendah Kabupaten Bandung.

"Hingga saat ini ada 14 kasus pasien Omicron dari Jabar. Dari 14 itu, sebanyak 10 orang dirawat di Wisma Atlet. Dan dari 10 ini delapan diantaranya dari 20 orang yang diumumkan sebelumnya (oleh Gubernur Jawa Barat). Jadi sisanya bukan warga Jabar. Jadi dua orang lagi adalah kasus sebelumnya dan satu orang baru," kata Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat dr R Nina Susana Dewi, ketika dihubungi melalui telepon oleh wartawan, Senin.

Sementara itu, empat orang lagi saat ini menjalani perawatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Al Ihsan Kabupaten Bandung.

"Jadi karena satu (yang menularkan ke empat orang dirawat di RSUD Al Ihsan Bandung) pulang dari luar, sudah beres karantina dan negatif. Tapi pas ke rumah demam dan anosmia, saat diperiksa ternyata terpapar Omicron. Terus kami lakukan tracing, empat orang di rumah positif. Satu orang harus dites ulang, sementara yang positif Omicron yang baru itu empat di Al Ihsan," kata dia.

Baca juga: Gubernur: Empat warga Jabar positif Omicron ditangani RSUD Al Ihsan

Baca juga: Ridwan Kamil: 20 warga Jabar terpapar Omicron usai dari luar negeri

Meskipun varian Omicron telah masuk ke wilayah Jawa Barat, Nina mengimbau masyarakat untuk tidak panik karena varian ini tidak separah atau ganas COVID-19 varian delta.

"Masyarakat harus tetap 3 M saja agar tetap terhindar, dari COVID-19" kata dia.

Sementara itu, Direktur Utama RSUD Al Ihsan, Baleendah Kabupaten Bandung Dewi Basmala mengatakan pasien yang diduga tertular varian Omicron tersebut merupakan warga Kabupaten Bandung yang tertular setelah pulang dari luar negeri dan saat ini mereka dirawat di ruang rawat inap dengan kategori kuning.

Dewi mengatakan ruang rawat inap dengan kategori kuning tersebut masuk dengan kondisi dampak sedang, ringan, bahkan tanpa gejala.

Baca juga: Kemendagri awasi ketat PPKM mikro lima daerah selama liburan

Baca juga: Jabar laporkan angka kesembuhan COVID-19 harian terbanyak

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel