Dinkes: Audit Komnas KIPI siswa Cianjur meninggal karena infeksi otak

·Bacaan 2 menit

Dinas Kesehatan Cianjur, Jawa Barat, menyebutkan siswa pendidikan anak usia dini (PAUD) di Kecamatan Pasirkuda yang meninggal dunia, bukan karena vaksinasi namun memiliki riwayat penyakit infeksi otak setelah Komnas KIPI melakukan audit.

"Kesimpulan sementara dari hasil audit Komnas KIPI, siswa tersebut meninggal bukan karena vaksinasi, namun adanya infeksi di otak. Namun hasil tersebut, baru kami dapatkan secara lisan dari Komnas KIPI," kata Sekretaris Dinkes Cianjur, dr Yusman Faisal saat dihubungi di Cianjur, Kamis.

Baca juga: Kasus KIPI pada anak lebih sedikit dibandingkan pada orang dewasa

Ia menuturkan, Komisi Nasional Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (Komnas KIPI) sudah melakukan audit terhadap siswa tersebut, beberapa hari lalu untuk mencari tahu penyebab kematiannya, sehingga laporan secara tertulis akan didapatkan pihaknya beberapa hari ke depan.

"Jadi orang tua jangan takut kalau anaknya mendapatkan vaksinasi, selama anak dalam kondisi sehat dan tidak memiliki penyakit akut. Selama ini, kecil kemungkinan terjadi KIPI terhadap penerima vaksin," katanya.

Baca juga: Komnas KIPI: Nocebo peringkat dua efek samping vaksin COVID-19

Sebelumnya Dinas Kesehatan Cianjur, masih menunggu hasil investigasi dan pendalaman dari Komda KIPI Jabar dan Komnas KIPI, terkait meninggal siswa PAUD di Cianjur, setelah mendapatkan vaksinasi atas nama ZL (6,5) beberapa hari yang lalu.

Kepala Dinkes Cianjur, Irvan Nur Fauzy di Cianjur, mengatakan Komda KIPI Jabar, sudah melakukan investigasi terkait meninggalnya siswa PAUD di Kecamatan Pasir kuda, namun pihaknya belum mendapat laporan.

Baca juga: Komnas KIPI: Penyakit serius usai imunisasi bukan karena vaksinasi

"Komda KIPI Jabar sudah melakukan investigasi kasus meninggalnya siswa tersebut, kami belum menerima keterangan resmi atau perkembangan dari hasil investigasi yang dilakukan seperti autopsi verbal dari pihak yang diduga terkait dalam kasus tersebut, termasuk keluarganya," kata Irvan.

Ia menjelaskan, untuk pelaksanaan tindakan awal yang dilakukan terhadap anak berbeda dengan orang dewasa sebelum mendapatkan vaksinasi, namun pihaknya baru mengetahui siswa tersebut memiliki riwayat penyakit, sedangkan terkait riwayat penyakit lainnya menunggu hasil investigasi.

Baca juga: Siswa PAUD meninggal, Dinkes tunggu hasil investigasi Komda KIPI Jabar

Baca juga: Dinkes Garut tangani anak yang alami KIPI usai divaksinasi COVID-19

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel