Dinkes Bali pastikan vaksin penguat kedua untuk lansia sudah siap

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali I Nyoman Gede Anom mengatakan bahwa vaksin penguat kedua untuk lansia usia 60 tahun ke atas sudah siap.

"Vaksin penguat kedua dilakukan setelah enam bulan mendapat vaksin penguat pertama. Vaksinnya sudah siap, dan sebagian sudah didistribusikan ke kabupaten/kota," katanya di Denpasar, Kamis.

Anom menyebut proses vaksinasi penguat kedua bagi lansia telah berproses dengan target sementara sebanyak 262.663 orang, angka tersebut diperoleh dari jumlah lansia yang telah melakukan vaksin booster pertama jika dihitung per Rabu (23/11).

Baca juga: Vaksinasi penguat sudah mencakup 50 persen lebih sasaran di Bali

Baca juga: Dinkes Bali optimistis target vaksinasi penguat tercapai pada 11 Maret

Untuk jenis vaksin penguat yang tersedia di Bali adalah Pfizer dan buatan dalam negeri, IndoVac. Anom menjelaskan bahwa pemakaiannya akan menyesuaikan dengan jenis vaksin pada penguat pertama.

"IndoVac diberikan kalau vaksin penguat pertamanya Sinovac. Sudah datang (vaksin IndoVac), untuk sementara cukup, sekarang vaksin banyak di Kementerian Kesehatan, begitu stok di gudang menipis langsung kita minta lagi," ujar Gede Anom kepada media.

Anom menyebut Bali memiliki stok vaksin COVID-19 jenis IndoVac sebanyak 1.300 dosis. Ia mengimbau dinas kesehatan kabupaten/kota untuk jemput bola, khususnya bagi lansia yang tidak dapat datang ke pos-pos pelayanan.

Di lokasi terpisah, Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Bali Dewa Made Indra mengajak masyarakat, khususnya lansia yang berhak mendapat vaksin penguat kedua untuk mengambil suntikan.

Baca juga: Satgas: Bali siap terima vaksinasi COVID-19 dosis ketiga

"Vaksin penguat kedua, kita memang tidak memasang target karena ini sifatnya tambahan, yang sangat wajib itu vaksin satu dan dua. Kalau penguat pertama kemarin terkait penyelenggaraan G20 untuk memastikan bahwa Bali aman terkendali dari penyebaran COVID-19, sekarang ada tambahan vaksin penguat kedua, dan vaksinnya sudah didistribusikan ke kabupaten/kota," ujar Sekda Made Indra.

Terkait dengan munculnya varian Omicron XBB di Pulau Dewata, Sekda Bali mengatakan bahwa karakter virus tersebut sama dengan COVID-19 lainnya, dengan masyarakat mengikuti vaksinasi penguat pertama dan kedu, ia meyakini bahwa mutasi virus tersebut dapat diatasi oleh sistem antibodi.