Dinkes Bangka Tengah imbau warga tetap terapkan protokol kesehatan

Dinas Kesehatan Kabupaten Bangka Tengah, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, mengimbau warga agar tetap menjaga dan menerapkan protokol kesehatan COVID-19 saat merayakan Tahun Baru 2023.

"Kami tidak melarang warga berkumpul menyambut Tahun Baru 2023, namun kami imbau tetap taat protokol kesehatan karena COVID-19 belum berakhir," kata Kepala Dinas Kesehatan Bangka Tengah dr Anas Maaruf di Koba, Sabtu.

Anas menjelaskan bahwa saat ini daerah itu tercatat nol atau zero kasus COVID-19 setelah satu pasien yang sempat terpapar virus corona itu saat ini sudah dinyatakan sembuh.

"Kita pertahankan daerah ini tetap zero kasus virus corona, jangan sampai euforia menyambut tahun baru memicu munculnya kasus COVID-19," ujarnya.

Baca juga: Menko PMK ingatkan pentingnya prokes saat rayakan pergantian tahun

Data tabulasi perkembangan kasus COVID-19 di Dinkes Bangka Tengah mencatat total warga yang terkonfirmasi positif sebanyak 8.138 orang.

Dari angka 8.138 itu, sebanyak 201 orang meninggal dunia dan sisanya dinyatakan sembuh.

Pemerintah daerah setempat kini berkonsentrasi menangani kasus virus corona baru dengan terus melakukan vaksinasi dan menyiapkan semua alat medis yang memadai.

Dinkes mengimbau warga agar tidak terlena dan terus hati-hati dengan penyebaran virus COVID-19 kendati kasusnya sudah melandai.

Baca juga: Yogyakarta minta masyarakat tetap jaga prokes meski PPKM dicabut

Berdasarkan data sebaran kasus, kata dia, tercatat empat kecamatan dinyatakan rawan, yaitu Kecamatan Pangkalanbaru, Namang, Koba, dan Simpangkatis, dengan tingkat temuan kasus lebih tinggi.

Data tabulasi juga mencatat usia warga rentan terpapar virus corona baru adalah 55 hingga 69 tahun.

Dinas Kesehatan Bangka Tengah juga mencatat 83,82 persen warga sudah mendapatkan vaksin COVID-19 dosis pertama atau 128.477 orang dari total 153.277 warga sasaran.

Baca juga: Pakar tetap anjurkan prokes guna antisipasi COVID-19 di libur Tahun Baru

Sementara warga yang sudah mendapatkan vaksin dosis kedua tercatat sebanyak 109.908 atau mencapai 71,71 persen, dosis ketiga (penguat) sebanyak 48.206 orang atau 31,45, dan vaksin dosis keempat sebanyak 477 orang.