Dinkes catat kasus DBD di Kota Kupang terus turun

·Bacaan 1 menit

Kepala Dinas Kesehatan Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur, Retnowati mengatakan kasus demam berdarah dengue (DBD) terus mengalami penurunan setiap tahun seiring tingginya kesadaran warga dalam menjaga kebersihan dan kesehatan lingkungan.

"Kesadaran warga Kota Kupang dalam menjaga kebersihan lingkungan semakin tinggi terbukti dengan terus menurunnya kasus DBD setiap tahun," kata Retnowati di Kupang, Kamis.

Ia mengatakan kasus DBD yang terjadi pada 2020 di Kota Kupang mencapai 651 kasus dengan jumlah warga yang meninggal delapan orang.

Baca juga: DPR ajak masyarakat NTT terapkan gerakan jumantik cegah DBD

Pada 2021, kasus DBD di Kota Kupang turun menjadi 200 kasus dengan jumlah warga yang meninggal dunia empat orang.

"Ada penurunan sekitar 400 kasus DBD pada 2021 dibanding 2020 karena Pemerintah Kota Kupang konsen terhadap kebersihan. Pemerintah terus mendorong pemerintah kelurahan hingga kecamatan secara rutin mengajak warga membersihkan lingkungan sehingga tidak ada sarang nyamuk penyebar DBD," tegasnya.

Baca juga: Kasus DBD di Sikka alami penurunan dibanding tahun lalu

Baca juga: Kota Kupang siapkan 1,4 ton abate cegah DBD

Ia berharap pada 2022 kasus DBD di Kota Kupang tidak mengalami peningkatan apabila warga di ilIbukota Provinsi NTT ini tetap konsisten dalam menjaga kebersihan lingkungannya secara baik.

Menurut dia, petugas kesehatan di semua puskesmas di Kota Kupang selalu turun memberikan edukasi kepada warga tentang bagaimana menjaga kebersihan dan kesehatan lingkungan sehingga bisa terbebas dari serangan DBD.

Dia juga menambahkan, Dinas Kesehatan menyediakan pembasmi jentik nyamuk dalam mengatasi DBD yang bisa diperoleh pada semua puskesmas di Kota Kupang secara gratis.

Baca juga: Dinkes Mataram lakukan "fogging" di tenda evakuasi nelayan

Baca juga: Dinkes Jateng imbau warga waspadai DBD saat musim hujan


Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel