Dinkes Depok: Dua warga positif COVID-19 Omicron BA.5 sudah sembuh

Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Depok Jawa Barat menyatakan dua warga Depok yang terkonfirmasi kasus COVID-19 subvarian Omicron BA.5 sudah dinyatakan sembuh.

"Alhamdulillah, sudah selesai isolasi dan kembali beraktivitas," kata Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Depok, Mary Liziawati dalam keterangannya, Kamis.

Mary menjelaskan, kedua warga tersebut menjalani isolasi di RS wilayah Jakarta. Kedua warga tersebut menjalani isolasi di RS karena mengalami gejala demam dan sakit tenggorokan.

Menurut dia, kontak erat dari dua warga itu juga sudah dilakukan testing. Berdasarkan hasil uji usap kontak erat menunjukkan hasil negatif.

Baca juga: Hasil tes usap, 11 tenaga pendidik di Depok positif COVID-19

Baca juga: 19 orang pegawai Pemkot Depok terkonfirmasi positif COVID-19

Mary pun berpesan kepada warga di Kota Depok untuk terus menerapkan protokol kesehatan (prokes). Selain itu juga melengkapi vaksinasi COVID-19 hingga dosis ketiga.

"Tetap jalankan prokes dan lengkapi vaksinasi COVID-19 hingga dosis ketiga atau booster," jelasnya.

Sebelumnya dua warga yang berdomisili di Kota Depok, positif tertular subvarian Omicron BA.5. Satu warga yang terkonfirmasi tersebut, tertular Omicron BA.5 usai melakukan perjalanan ke Bali dan satu warga lagi bekerja di rumah sakit (RS).

Kedua warga ini merasakan gejala demam dan sakit tenggorokan. Kemudian melakukan tes usap PCR dan hasilnya positif COVID-19.

Dikatakannya satu warga sepekan sebelum merasakan gejala setelah melakukan perjalanan ke Bali. Lalu satu warga lagi bekerja di RS, sehingga berada di wilayah risiko tinggi terpapar COVID-19.

"Anggota keluarga yang melakukan kontak erat sudah diusap dan hasilnya negatif," kata Mary.*

Baca juga: FIA UI sebut pandemi wujudkan berbagai inovasi sektor publik

Baca juga: FKUI: Kematian pasien COVID-19 tinggi akibat penyakit bawaan

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel