Dinkes DKI: 95 Persen Pasien Omicron di Jakarta Tanpa Gejala

·Bacaan 1 menit

Liputan6.com, Jakarta Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta Widyastuti menyatakan, kasus Covid-19 varian Omicron di Jakarta mayoritas pasiennya tanpa gejala.

"Sebagian besar hampir 95 persen itu tanpa gejala. Lainnya gejala ringan. Sampai dengan sekarang dilaporkan tidak ada yang sampai wafat, tidak ada untuk kasus Omicron," ujar Widyastuti dalam diskusi daring, Sabtu (15/1/2022).

Saat ini, kata Widyastuti, kasus corona sedang melandai oleh karena itu kapasitas tempat tidur di RS DKI 5.000. Sementara tingkat ketersian atau bed occupacy rate (BOR) sekitar 12 persen.

"Kapasitas tempat tidur saat ini sekitar 5 ribu sampai 6 ribu, tingkat keterisiannya itu dikisaran angka 12%," kata dia.

Selain itu, ia memastikan Pemprov terus melakuakn tracing, testing dan treatment dan vaksinasi untuk mencegah lonjakan kasus.

"Kami tetap komit bahwa untuk testing kita tingkatkan, dan sebagai informasi kami per pekan kita men-testing sekitar kasus baru itu sekitar 90.000 lebih. Jadi kami tetap berkomitmen itu sesuai standar WHO, bahkan melampaui. Jadi kami sekitar 9 kali standar WHO," pungkas dia.

Mayoritas Luar Negeri

Sebelumnya, Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria menyatakan adanya penambahan kasus positif Covid-19 varian baru atau Omicron di Ibu Kota. Kata dia, pihaknya mencatat sebanyak 565 kasus Omicron.

"Yang dari luar negeri 458 atau 81 persen, yang lokal 107 atau 18,9 persen," kata Riza di Balai Kota, Jakarta Pusat, Kamis (13/1/2022).

Riza meminta agar masyarakat tetap berhati-hati dan taat protokol kesehatan yang telah ditetapkan. Politikus Gerindra itu menyebut rumah merupakan tempat paling aman.

"Jadi sekali lagi seluruh warga harus lebih hati-hati. Varian Omicron lebih cepat penularannya," ucapnya.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel