Dinkes DKI bagikan tips percepat penyembuhan demam pada anak

Dinas Kesehatan DKI Jakarta membagikan tips makanan yang dapat mempercepat penyembuhan demam pada anak untuk meminimalkan penggunaan obat termasuk sediaan sirop.

"Makanan mudah dengan konsentrasi lembut, misalnya, nasi ditim, diberikan lauk berkuah kaldu, misalnya, sup," kata Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta Widyastuti di Jakarta, Kamis.

Ia menambahkan, sup dengan aneka sayuran ditambah lauk berupa ikan atau ayam dapat menjadi pilihan untuk mempercepat penyembuhan demam anak.

"Disajikan hangat, warna menarik, anak doyan makan, selain minum cukup tidak hanya cairan, juga lauk berkuah, itu tambahan cairan," katanya.

Selain mencukupi kebutuhan air, kuah berkaldu juga menjadi salah satu sumber cairan bagi anak saat demam.

"Harapannya ada asupan cukup memadai, soto, sup itu positif saat demam. Jadi protein ada, vitamin juga ada," katanya.

Baca juga: Dinkes DKI kerahkan tim cek faskes dan apotek soal larangan obat sirop

Ia menambahkan demam, batuk dan pilek merupakan suatu reaksi atas infeksi dari virus atau kuman. Apalagi peralihan musim hujan yang rentan menimbulkan gejala demam bagi anak berusia di bawah lima tahun atau balita.

Meski begitu, ia meminta orang tua tidak panik apabila buah hatinya demam. Dengan kecukupan cairan dan kompres air hangat, dapat membantu menurunkan demam.

Jika demam belum turun, lanjut dia, anak dapat diberikan tablet yang ditumbuk atau puyer.

Dia menyarankan orang tua untuk selalu memperbaharui informasi dari lembaga berwenang, misalnya, Kementerian Kesehatan dan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) terkait obat sirop yang aman untuk dikonsumsi.

Baca juga: Dinkes DKI karantina sirop pencegah gangguan ginjal akut pada anak

Hal itu untuk mengantisipasi obat sirop dengan kandungan etilen glikol dan dietilen glikol melebihi ambang batas.

Sesuai rekomendasi BPOM, Kemenkes mengizinkan 156 obat sirop dapat diresepkan kepada pasien. Daftar obat itu dapat diakses melalui laman bit.ly/bpom-isu-sirup-obat

Sementara itu, berdasarkan data Dinas Kesehatan DKI Jakarta per Rabu (26/10) pukul 10.00 WIB, jumlah kasus gangguan ginjal akut pada anak mencapai 111 kasus yang mendapat penanganan medis di fasilitas kesehatan di Jakarta.

Dari jumlah itu, sebanyak 56 persen meninggal dunia dengan mayoritas usia di bawah enam tahun. Sedangkan sisanya 32 persen sembuh dan 23 persen di antaranya masih dalam perawatan.

Dari 111 orang tersebut, sebanyak 72 orang tinggal di Jakarta dan sisanya berdomisili di Banten, Jawa Barat, Jawa Timur dan Riau.