Dinkes DKI distribusikan 49 ribu vaksin Zifivax di 44 puskesmas

Dinas Kesehatan DKI Jakarta mendistribusikan sebanyak 49 ribu dosis vaksin Zifivax untuk 44 puskesmas di Ibu Kota guna menyukseskan vaksinasi dosis ketiga (booster) COVID-19.

"Dinkes DKI menerima vaksin itu dari Kementerian Kesehatan pada 21 November 2022," kata Menurut Kepala Seksi Surveilans, Epidemiologi dan Imunisasi Dinas Kesehatan DKI Ngabila Salama di Jakarta, Senin.

Selain tersedia 44 puskesmas di wilayah daratan Jakarta dan Kepulauan Seribu, vaksin COVID-19 tersebut juga tersedia untuk sentra vaksinasi di Lapangan Banteng, Jakarta Pusat yang dibuka Senin-Minggu pukul 09.00-12.00 hingga 31 Desember 2022.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan DKI, vaksin Zifivax dapat diberikan untuk vaksinasi dosis ketiga kepada orang yang vaksin dosis pertama dan kedua dengan Sinovac atau Sinopharm.

Baca juga: DKI percepat layanan vaksinasi dosis ketiga

Vaksin tersebut merupakan vaksin COVID-19 dengan platform protein "subunit rekombinan" antigen berasal dari "spike glikoprotein" yang akan merangsang pembentukan antibodi terhadap virus COVID-19.

Berdasarkan data Kementerian Kesehatan, sebanyak 12,69 juta warga di DKI Jakarta sudah mendapatkan vaksinasi dosis pertama atau 135 persen dari target 10 juta orang.

Sedangkan untuk vaksinasi dosis kedua sebanyak 10,8 juta dan dosis ketiga mencapai 5,2 juta orang atau 69,7 persen.

Vaksin Zifivax itu menambah stok vaksin COVID-19 saat ini di DKI Jakarta mencapai 186.976 dosis vaksin berdasarkan data Kementerian Kesehatan.

Baca juga: Kemenkes: Per Kamis COVID-19 tambah 7.822 kasus terbanyak dari Jakarta

Stok vaksin itu yang diperkirakan mencukupi hingga 33 hari mendatang berdasarkan rata-rata vaksinasi minggu lalu mencapai 5.556 vaksinasi.

Sebelumnya, Kementerian Kesehatan mengirim vaksin Pfizer sebanyak 34.125 botol kecil (vial), setara dengan 204 ribu dosis kepada DKI Jakarta pada akhir Oktober 2022.

Adapun satu botol kecil vaksin itu bisa digunakan kepada enam orang dengan dosis penuh.

Distribusi vaksin itu dilakukan berdasarkan skema wilayah atau melalui puskesmas untuk memudahkan pencatatan.

Baca juga: Pj Gubernur DKI minta warga jaga prokes dan vaksinasi COVID-19