Dinkes DKI Duga Kasus Suspek Omicron di Krukut Jakarta Barat Transmisi Lokal

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Seorang warga Kelurahan Krukut, Kecamatan Tamansari, Jakarta Barat terkonfirmasi positif Covid-19. Dia menjadi suspek terinfeksi virus corona varian Omicron.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta, Dwi Oktavia mengatakan, suspek Omicron di Kelurahan Krukut diduga berasal dari transmisi lokal.

"Ini transmisi lokal karena berawal dari kasus, kasus yang pertama diketahui tidak mempunyai riwayat perjalanan dari luar negeri, berarti transmisi lokal. Tapi bisa jadi ibu R ini ketularannya dari orang lain yang tidak diketahui karena mungkin gejalanya ringan, jadi tidak disadari sumber penularannya," katanya di Jakarta, Senin (10/1/2022).

Sampai saat ini, Dwi mengungkapkan, setidaknya sudah ada 36 orang positif Covid-19 di Kelurahan Krukut. Temuan itu didapat dari penelusuran kasus Covid-19 salah satu dari 36 orang tersebut.

"Yang diketahui paling awal si ibu R ini, kemudian tracing diteruskan dan kemudian kepada semua yang pernah berkaitan yang semuanya tinggal juga di daerah Krukut tersebut kita lakukan tracing yang diperluas," ujar dia.

Dinkes DKI Jakarta tak menutup kemungkinan, puluhan warga Krukut itu juga suspek Omicron. Pasalnya, temuan kasus itu dari orang pertama yang kini menjadi suspek Omicron.

"Awalnya dari satu orang, tapi kemudian karena dia Omicron tentu orang lain yang berhubungan punya kaitan hubungan kemungkinan terjadi hubungan penularan yang di-tracing tentu kemungkinannya juga Omicron," paparnya.

Sulit Dideteksi karena Gejalanya Ringan

Seorang anak bermain ayunan di aman Puring, Jakarta, Minggu (9/1/2022). Di tengah ancaman penyebaran covid-19 varian Omicron dan pemberlakukan PPKM level 2, masyarakat tetap melakukan aktivitas pada akhir pekan di luar rumah. (Liputan6.com/Johan Tallo)
Seorang anak bermain ayunan di aman Puring, Jakarta, Minggu (9/1/2022). Di tengah ancaman penyebaran covid-19 varian Omicron dan pemberlakukan PPKM level 2, masyarakat tetap melakukan aktivitas pada akhir pekan di luar rumah. (Liputan6.com/Johan Tallo)

Diketahui, pada Desember 2021, Ibu R berserta tetangganya di Kelurahan Krukut memang bepergian bersama. Namun gejala baru dirasakan beberapa hari kemudian.

"Bisa jadi ya itu tadi yang saya bilang, kita mengenali Ibu R ini sebagai kasus yang pertama, tapi bisa jadi dia sebenarnya ketularan dari orang lain yang ada di lingkungannya yang tidak terdeteksi, karena kalau Omicron kan gejala mayoritasnya ringan, enggak menyadari. Itu susahnya Omicron, enggak ngeh bahwa dia Covid," papar dia.

"Kalau kebetulan Omicron gejalanya relatif kelihatan orang-orang yang Omicron ringan sekali gejalanya. Sehingga tidak disadari, itu kita sama-sama ingatin orang pakai masker, jaga jarak, karena Omicron gejalanya ringan tapi bisa nularin," sambungnya.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel