Dinkes DKI jelaskan kriteria kantin sekolah sehat

Sanitarian Ahli Pertama Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta Choirul Rozi menjelaskan ada beberapa kriteria yang harus dipenuhi agar kantin di sekolah dapat dikategorikan sebagai kantin sehat.

Menurut Rozi, kriteria pertama adalah lokasi bangunan kantin harus jauh dari tempat pembuangan sampah untuk menghindari kontaminasi.

"Jangan sampai kantin terlalu dekat dengan tempat pengumpulan sampah yang biasa sekolah tempatkan. Ini agar cemaran dari tempat sampah itu tidak mengkontaminasi area kantin," kata Rozi dalam bincang-bincang yang digelar daring melalui akun Instagram @dinkesdki yang diikuti dari Jakarta, Kamis.

Ia melanjutkan, penempatan bangunan kantin yang jauh dari tempat pembuangan sampah juga bertujuan untuk menghindari vektor atau hewan-hewan yang berisiko menularkan penyakit.

"Di tempat sampah itu kan biasa ada vektor atau serangga-serangga atau binatang pengganggu yang bisa menghantarkan bibit penyakit kepada konsumen atau siswa di kantin," ujarnya.

"Penting juga untuk kita bisa mengupayakan pengendalian vektornya. Jadi tempat sampah itu kondisikan semaksimal mungkin, tertutup, dan selalu kering. Itu meminimalisir berkembangbiaknya vektor," lanjut dia.

Selain itu, Rozi juga mengatakan bangunan kantin harus jauh dari toilet atau pembuangan air limbah sekolah. Di samping menghindari kontaminasi yang bisa berdampak buruk bagi kesehatan, ia mengatakan hal itu juga terkait dengan etika dan estetika.

"Kan tidak etis juga ya kalau kita melakukan kegiatan makan tapi ternyata di dekat situ ada toilet," katanya.

Terkait bangunan kantin di sekolah, Rozi mengatakan bahwa lokasi kantin sudah harus diperhatikan bahkan sejak bangunan sekolah masih dirancang.

"Beberapa rancangan ternyata tidak mencantumkan area kantin. Jadi setelah sekolah sudah beroperasi baru terpikir kalau butuh kantin. Jadi ini masih jadi problem kita," ujar Rozi.

Selain soal tata letak bangunan, Rozi juga mengatakan kantin yang sehat juga harus memiliki sarana sanitasi yang mumpuni. Kualitas air untuk mengolah makanan dan mencuci peralatan makan juga harus benar-benar diperhatikan.

"Yang mengolah makanan juga harus pakai celemek dan tutup kepala, sehingga tidak terjadi kontaminasi misal jatuhnya rambut ke makanan. Kemudian perlu juga penutup mulut sehingga saat kita bicara droplet itu tidak masuk ke produk yang dijual," katanya.