Dinkes DKI pastikan belum menemukan kasus polio di Jakarta

Dinas Kesehatan DKI Jakarta memastikan belum menemukan kasus polio di Ibu Kota setelah pemerintah menetapkan penyakit itu sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB).

"Sejauh ini di DKI Jakarta belum ada kasus polio pada anak usia di bawah 15 tahun, cakupan vaksinasi polio tetes dan suntik tahun 2022 berjalan baik," kata Kepala Seksi Surveilans, Epidemiologi, dan Imunisasi Dinas Kesehatan DKI Ngabila Salama di Jakarta, Selasa.

Saat ini, Dinkes DKI mengejar cakupan vaksinasi polio khususnya yang belum lengkap.

Sosialisasi dan ajakan pentingnya imunisasi juga disebarluaskan melalui kanal media sosial Dinas Kesehatan DKI untuk menjangkau seluruh balita di Ibu Kota.

"Kami terus sisir dan kejar cakupan vaksinasi anak balita yang belum lengkap vaksinasinya dan memastikan setiap anak mendapat vaksin polio tetes empat kali dan polio suntik satu kali," imbuhnya.

Dinkes DKI, kata dia, memperpanjang layanan vaksinasi dalam Bulan Imunisasi Anak Nasional (BIAN) hingga 31 Desember 2022.

Layanan imunisasi tersebut diberikan gratis dan dapat diakses di antaranya melalui puskesmas di seluruh DKI Jakarta.

Nantinya, sertifikasi imunisasi dalam BIAN itu akan otomatis masuk melalui aplikasi PeduliLindungi orang tua dari balita tersebut.

Ngabila menambahkan adapun program imunisasi BIAN tersebut mencakup tambahan campak rubela dan imunisasi dalam program kejar mencakup polio tetes, polio suntik, pentavalen untuk difteri, pertusis, dan tetanus (DPT), hepatitis B dan hemofilus influenzae tipe B.

Meski begitu, Dinas Kesehatan DKI belum memberikan detail jumlah balita yang sudah mendapatkan vaksinasi polio.

Namun, berdasarkan data Dinas Kesehatan DKI, tercatat sebanyak 648.037 atau setara 90 persen anak dengan usia sembilan hingga 59 bulan di DKI sudah menerima vaksin tambahan campak-rubela per 31 Agustus 2022.

Capaian tersebut membuat Provinsi DKI Jakarta berada di urutan pertama cakupan imunisasi tambahan campak-rubela dalam kegiatan BIAN seluruh Indonesia.

Pemerintah saat ini menggencarkan vaksinasi polio setelah sebanyak 415 kabupaten/kota di 30 provinsi di Indonesia masuk dalam kriteria risiko tinggi polio karena rendahnya imunisasi.

Kementerian Kesehatan menyebutkan pada awal November 2022 ditemukan satu kasus polio di Kabupaten Pidie, Aceh yang menimpa anak berusia tujuh tahun yang terkonfirmasi polio tipe 2 dengan kelumpuhan di kaki kiri.

Temuan satu kasus polio tersebut sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB) kasus polio.
Baca juga: Puskesmas Pademangan anjurkan empat kali vaksinasi polio untuk anak
Baca juga: Heru gencarkan vaksinasi polio di Jakarta
Baca juga: IDAI : Polio jadi KLB bukti bahwa imunisasi tidak boleh dilewatkan