Dinkes DKI pastikan PTM tetap berjalan

Dinas Kesehatan DKI memastikan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) tetap berjalan di sekolah di Ibu Kota karena persentase kasus positif di sektor pendidikan tergolong masih rendah.

"Rasio kasus positif di sektor pendidikan masih di bawah lima persen,yaitu kurang dari 1,3 persen. Jadi belum perlu (pembelajaran) daring," kata Kepala Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan DKI Jakarta Friana Asmely di Jakarta, Rabu.

Dia menjelaskan, kebijakan itu sesuai dengan Surat Keputusan Bersama (SKB) empat menteri soal PTM.

Kebijakan itu, kata dia, salah satunya mengatur PTM dihentikan sementara selama 14 hari apabila ada penularan di satuan pendidikan dengan jumlah rasio kasus positif mencapai lima persen atau lebih.

Dinas Kesehatan berperan melakukan pengawasan protokol kesehatan (prokes) di satuan pendidikan melalui Puskesmas dan Suku Dinas Kesehatan di masing-masing wilayah.

"Jadi kami tidak menunggu saja tapi tim dari Puskesmas kecamatan langsung turun apabila ada yang positif di sekolah untuk menemukan kontak erat di sekitar siswa yang terinfeksi untuk dilakukan pelacakan," katanya.

Baca juga: Anggota DPRD minta DKI tinjau lagi PTM 100 persen
Baca juga: Pemprov DKI belum kurangi kapasitas PTM meski muncul hepatitis akut

Sebelumnya, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menutup SMP Negeri 85 di Cilandak, Jakarta Selatan, selama sepuluh hari pada 18-28 Juli 2022 menyusul temuan tiga pelajar terkonfirmasi positif COVID-19.

Terpaparnya tiga pelajar di sekolah yang berada di Kelurahan Pondok Labu itu diawali orang tua pelajar yang terpapar COVID-19.

Data yang dikumpulkan Pemprov DKI Jakarta pada Selasa (26/7) kasus aktif COVID-19 di Ibu Kota, yakni yang dirawat dan diisolasi bertambah 1.359 kasus dan kasus positif bertambah 2.974 kasus.

Sedangkan jumlah pasien yang sembuh dari COVID-19 mencapai 1.612 kasus.

Adapun persentase kasus positif selama sepekan terakhir mencapai 17,4 persen dari total jumlah orang yang dites usap PCR mencapai 101 ribu orang dalam sepekan.

Jumlah kasus positif yang tercatat meningkat itu juga karena jumlah orang yang tes melebihi standar Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), untuk Jakarta mencapai minimal 10.645 per pekan.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel