Dinkes DKI tetap perkuat tes meski kasus COVID-19 melandai

Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta tetap memperkuat tes atau pemeriksaan meski kasus COVID-19 melandai di Ibu Kota karena pandemi penyakit menular itu belum dinyatakan berakhir.

"Saat ini dalam posisi (pandemi) belum selesai, PPKM masih ada level satu," kata Kepala Dinas Kesehatan DKI Widyastuti saat menjadi pembicara terkait inovasi secara daring diakses di Jakarta, Kamis.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan DKI yang diunggah corona.jakarta.go.id yang diakses pukul 19.00 WIB, Kamis, tercatat selama sepekan terakhir jumlah warga yang dites COVID-19 tetap tinggi mencapai 46.762 orang.

Jumlah itu melampaui angka minimal sesuai syarat Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mencapai 10.642 tes selama sepekan untuk Jakarta.

Baca juga: Kasus sembuh dari COVID-19 bertambah 2.040, terbanyak DKI Jakarta

Dengan angka pemeriksaan yang tinggi, maka persentase kasus positif di DKI selama sepekan terakhir tergolong tinggi yakni 10,1 persen.

Sementara itu, per Kamis ini tercatat ada penambahan kasus mencapai 781 kasus positif, kasus aktif yakni yang dirawat dan diisolasi menurun sebanyak 188 kasus sehingga menyisakan 6.234 kasus aktif.

Sedangkan jumlah pasien sembuh dari COVID mencapai 966 kasus.

Widyastuti menambahkan untuk vaksinasi di DKI Jakarta, capaiannya juga tidak kalah besar.

Baca juga: Per Senin COVID-19 tambah 1.344 kasus Jakarta sumbang terbanyak

Dinas Kesehatan DKI mencatat vaksinasi mencapai 12,6 juta atau sudah 125,3 persen dari target mencapai 10 juta orang, untuk vaksinasi dosis pertama.

Sedangkan dosis kedua, mencapai 10,8 juta dan lima juta sudah divaksin dosis ketiga.

Ia menjelaskan tingginya capaian vaksinasi di Jakarta salah satunya karena aksi yang gencar hingga tingkat rukun tetangga (RT).

"Kami 'breakdown' (rinci) sampai ke tingkat RT, data Dukcapil, Data KPC PEN, kami 'mapping' (petakan) ke RT, siapa yang belum vaksin kami uber, dengan data seperti itu, kami bisa percepat vaksinasi," katanya.

Baca juga: DKI Jakarta paling banyak sumbang tambahan kasus COVID-19