Dinkes: Fasilitas oksigen di semua puskesmas Surabaya memadai

Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Surabaya, Jawa Timur, memastikan fasilitas oksigen secara keseluruhan di puskesmas memadai, hal ini menyusul pemberitaan tidak adanya ketersediaan oksigen dalam pelayanan 24 jam untuk pasien darurat di Puskesmas Keputih.

"Petugas di Puskesmas Keputih sudah mengambil tindakan segera memfasilitasi dan mempersiapkan pelayanan cepat kepada pasien," kata Kepala Dinkes Surabaya Nanik Sukristina di Surabaya, Rabu.

Sebelumnya, diberitakan seorang bayi berumur 2,5 tahun mengalami demam dan kejang dibawa orang tuanya ke Puskesmas Keputih, Sukolilo untuk mendapat pertolongan pertama pada Minggu (28/8). Namun, saat di puskesmas tersebut, tidak ada oksigen yang buka 24 jam dan juga tidak adanya layanan Instalasi Rawat Darurat (IRD) .

Mendapati hal itu, bapak dan ibu dari bayi tersebut bergegas ke RS Putri yang tidak jauh dari Puskesmas Keputih. Setelah mendapat bantuan pernafasan oksigen melalui hidung, kondisi si bayi pun membaik.

Meski demikian, Nanik menjelaskan, berdasarkan pantauan kamera CCTV Puskesmas Keputih, bahwa pada Minggu (28/8) pukul 13.52 WIB, ibu pasien datang membawa anaknya yang berusia kurang lebih 5 tahun sembari berteriak meminta pertolongan pertama.

Ibu itu meminta bantuan oksigen kepada petugas puskesmas untuk anaknya yang mengalami demam dan kejang. Dengan sigap, petugas puskesmas lantas mengambil tindakan segera memfasilitasi dan mempersiapkan pelayanan cepat.

"Namun, belum sempat dilakukan pemeriksaan terhadap pasien sesuai SOP, ibu pasien kemudian meninggalkan puskesmas pada pukul 13.54 WIB dan langsung membawa pergi anaknya ke RS Putri," katanya.

Berdasarkan keterangan di dalam pemberitaan sebelumnya dijelaskan, bahwa pada saat itu ibu pasien kesal meninggalkan puskesmas lantaran tidak ada ketersediaan oksigen sehingga meninggalkan tempat.

Padahal, kata dia, ketersediaan peralatan serta oksigen di Puskesmas Keputih sudah memadai, di antaranya tabung oksigen kecil plus regulator sebanyak 8 unit, tabung oksigen besar plus regulator ada 4 unit dan stok regulator oksigen ada 2 unit.

Setelah itu, Dinkes Kota Surabaya memastikan kondisi pasien lebih lanjut pada Selasa (30/8) bersama petugas Puskesmas Keputih. Saat kunjungan ke rumah pasien, terpantau balita 5 tahun itu kondisinya sudah membaik dan sudah tidak mengalami demam tinggi.

"Berdasarkan informasi dari ART (asisten rumah tangga) di rumah tersebut, pasien keluar dari RS Putri pada Minggu (28/8), pukul 15.00 WIB," katanya.

Belajar dari kejadian ini, Dinkes berharap bisa dijadikan bahan evaluasi dan perbaikan untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan di puskesmas seluruh Kota Surabaya ke depannya.

"Terima kasih atas masukan terhadap kinerja kami di tingkat puskesmas, kami minta maaf apabila ada pelayanan yang kurang optimal," demikian Nanik Sukristina.

Baca juga: Wali kota minta kualitas layanan puskesmas di Surabaya ditingkatkan

Baca juga: ITS Surabaya buat inovasi OXITS bantu atasi krisis oksigen

Baca juga: Bantuan ribuan alkes didistribusikan ke-32 Puskesmas di Surabaya

Baca juga: Legislator sorot rebutan vaksin dosis kedua di puskesmas Surabaya