Dinkes: ISPA dan penyakit kulit mulai dirasakan korban banjir Torue

Dinas Kesehatan Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah mengatakan penyakit infeksi saluran pernafasan akut (ISPA) dan penyakit kulit mulai dirasakan korban banjir bandang Desa Torue.

"Situasi darurat seperti ini rentan terhadap penyakit menular yang dipengaruhi sejumlah faktor, salah satunya faktor lingkungan," kata Kepala Dinas Kesehatan Parigi Moutong Ellen Ludya Nelwan ditemui di Torue, Parigi Moutong, Senin.

Baca juga: Korban banjir Torue dapat bantuan air bersih

Ia menjelaskan, dari pelayanan pemeriksaan kesehatan dilakukan pihaknya banyak warga mengeluhkan batuk, flu dan gatal-gatal, sehingga penanganan dilakukan saat ini pemberian obat anti biotik.

Tercatat, hari ini warga melakukan pemeriksaan di enam titik posko kesehatan kurang lebih 261 orang dengan berbagai keluhan penyakit, namun yang menonjol ISPA dan penyakit kulit.

Baca juga: BPBD: 1.459 jiwa warga terdampak banjir bandang di Torue

Menurutnya, kekurangan pasokan air bersih di tempat pengungsian dapat memicu penyakit kulit, begitu pun kondisi lingkungan berdebu dari sisa-sisa material lumpur sangat berpotensi menimbulkan ISPA.

Oleh karena itu, warga disarankan warga menggunakan masker supaya bagian hidung terlindungi aman dari paparan debu berterbangan.

Baca juga: PMI Sulteng beri layanan kesehatan bagi warga terdampak banjir Parigi

"Ketersediaan obat-obatan cukup memadai. Kami juga mendapat bantuan pasokan obat-obatan dari Dinas Kesehatan Sulteng, dengan ketambahan ini farmasi kami semakin kuat," ujar Ellen.

Kepala Dinas Kesehatan Parigi Moutong, Ellen Ludya Nelwan memberikan keterangan kepada jurnalis di posko kesehatan penanggulangan banjir bandang di Desa Torue, Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, Senin (1/8/2022). ANTARA/Moh Ridwan
Kepala Dinas Kesehatan Parigi Moutong, Ellen Ludya Nelwan memberikan keterangan kepada jurnalis di posko kesehatan penanggulangan banjir bandang di Desa Torue, Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, Senin (1/8/2022). ANTARA/Moh Ridwan

Ia meminta, bila warga merasakan gejala penyakit, segera memeriksa kesehatan di posko-posko yang ada, supaya tidak bertambah parah.

Di posko kesehatan, katanya, Dinkes juga di perkuat 125 tenaga medis, termasuk dokter, perawat, bidan dan apoteker, termasuk tenaga pendukung lainnya.

"Sarana dan prasarana pendukung juga cukup memadai sehingga sangat membantu kegiatan pelayanan kesehatan di posko. Posko kesehatan beroperasi hingga akhir tanggap darurat 11 Agustus 2022," demikian Elen.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel