Dinkes Kabupaten Madiun minta warga rajin lakukan PSN antisipasi DB

·Bacaan 2 menit

Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Madiun, Jawa Timur, meminta warga rajin melakukan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) dengan 3M Plus guna mengantisipasi dan mencegah penularan penyakit demam berdarah (DB) yang mengancam saat musim hujan.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kabupaten Madiun Anies Djaka mengatakan kasus demam berdarah mulai terjadi di Kabupaten Madiun dan bertambah saat musim hujan berlangsung.

"Sesuai data, selama tanggal 1-5 Januari 2022, sudah ada delapan warga Kabupaten Madiun yang terjangkit demam berdarah. Mereka saat ini masih menjalani perawatan di rumah sakit," ujar Anies Djaka di Madiun, Rabu.

Pihaknya meminta warga Kabupaten Madiun intensif mewaspadai DB, khususnya saat musim hujan. Apalagi, sejumlah desa di Kabupaten Madiun tercatat merupakan daerah endemis. Di antaranya Desa Klorokan, Desa Dolopo, Desa Mejayan, Desa Bangunsari, dan Desa Kedungmaron.

Baca juga: 211 warga Madiun terjangkit demam berdarah

Baca juga: Jumlah penderita demam berdarah di Kota Madiun naik drastis

Munculnya kasus demam berdarah tersebut disebabkan karena banyaknya genangan air hujan di lingkungan sekitar rumah yang kurang disertai dengan penerapan PSN 3 M. Sehingga berdampak pada meningkatnya populasi nyamuk "aedes aegypti" sebagai vektor virus demam berdarah.

Guna mencegah serangan penyakit demam berdarah, pihaknya berkoordinasi dengan Puskesmas untuk menggalakkan kegiatan pemberantasan sarang nyamuk (PSN).

Melalui kader jumatik, posyandu, dan PKK, pihaknya juga gencar melakukan sosialisasi tentang waspada DB, rajin melakukan PSN, dan menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS).

"Yang utama itu tentu PSN. Dengan PSN, siklus nyamuk otomatis terputus. Misalkan yang telur tidak jadi nyamuk dewasa. Sehingga, jika tidak menjadi nyamuk otomatis populasi nyamuk hilang," katanya.

Data Dinas Kesehatan Kabupaten Madiun mencatat jumlah penderita demam berdarah selama tahun 2021 mencapai 117 orang dengan satu penderita di antaranya meninggal.

Baca juga: Cegah DBD, sekolah di Madiun-Jatim dilakukan pengasapan

Baca juga: Di Kabupaten Madiun-Jatim, Dinkes sebut angka bebas jentik masih rendah
Baca juga: Dinkes Jatim catat 408 kasus demam berdarah selama Januari 2021

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel