Dinkes: Kasus COVID-19 di Kalsel mulai turun di bawah 50 kasus

Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Selatan melaporkan penambahan kasus positif COVID-19 harian di provinsi itu menunjukkan penurunan di bawah 50 kasus.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalsel Dr Diauddin di Banjarmasin, Senin, menyampaikan sejak dua hari ini kasus positif COVID-19 harian menurun dari sebelumnya di atas 100 kasus.

Seperti pada Senin ini, Dinkes Kalsel melaporkan penambahan kasus positif COVID-19 sebanyak 40 kasus, menurun dari hari sebelumnya yang sebanyak 74 kasus dan pada hari sebelumnya lagi (6/8/2022) sebanyak 121 kasus.

"Iya (menurun), mudah-mudahan terus menurun, prediksi ulun (saya) sebenarnya akhir Agustus akan terus menurun," ujar Diauddin.

Baca juga: Ada 121 tambahan, COVID-19 di Kalsel kembali naik di atas 100 kasus

Baca juga: COVID-19 di Kalsel bertambah 120 kasus

Dia menyampaikan, sebagaimana yang sudah-sudah memang siklus penyakitnya seperti itu, naik kemudian menurun.

Namun, kata Diauddin, dengan makin sadarnya kembali masyarakat untuk mendisiplinkan diri melaksanakan protokol kesehatan.

"Selain itu mulai naiknya juga vaksinasi untuk dosis ketiga atau booster," tuturnya.

Namun demikian, Diauddin terus mengingatkan masyarakat untuk waspada, karena kasus penularan masih tinggi, dengan tambahan hari ini sebanyak 40 kasus tersebut.

Penularan sebanyak 40 kasus tersebut dari laporan Dinkes Kalsel, berasal dari Kota Banjarbaru sebanyak 21 kasus, Kota Banjarmasin sebanyak tujuh kasus.

Kemudian, dari Kabupaten Banjar sebanyak enam kasus, Kabupaten Barito Kuala sebanyak empat kasus, Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS) dan Tabalong masing-masing satu kasus.

Dengan bertambahnya 40 kasus ini, hingga pasien yang dirawat sebanyak 1.155 orang dari total penularan selama pandemi ini sebanyak 86.395 kasus.

Sementara itu, angka kesembuhan sebanyak 82.684 orang dan meninggal dunia sebanyak 2.556 orang.*

Baca juga: Dinkes Kalsel respon kenaikan kasus COVID-19 dengan kuatkan lagi 3T

Baca juga: Positif COVID-19 di Kalsel tambah 80 kasus, pasien dirawat 526 orang