Dinkes Lebak: Cegah penyebaran DBD dengan PHBS

Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, meminta masyarakat mencegah penyebaran penyakit demam berdarah dengue (DBD) dengan menerapkan pola hidup bersih dan sehat (PHBS) pada musim hujan.

"Pada musim hujan nyamuk aedes aegypti pembawa virus DBD berpotensi berkembang biak," kata Kepala Bidang Pemberantasan Penyakit Menular dan Penyehatan Lingkungan Dinas Kesehatan Kabupaten Lebak Firman Rahmatullah di Lebak, Minggu.

Menurut dia, kasus DBD di Kabupaten Lebak pada Januari-November 2022 mencapai 570 orang dan empat di antaranya dilaporkan meninggal dunia.


"Kami minta masyarakat pada musim hujan agar mewaspadai kasus DBD dengan menjaga kebersihan lingkungan dan menerapkan PHBS," katanya.

Baca juga: Pemkot Tasikmalaya tes spesifik DBD gratis di puskesmas

Menurut dia, nyamuk aedes aegypti itu berkembang biak di barang-barang bekas, seperti kaleng, ban, kolam, dan genangan air.

"Selama ini, penyebaran penyakit DBD itu ditimbulkan oleh buruknya kebersihan lingkungan di tengah masyarakat," katanya.

Untuk mencegah penyebaran penyakit DBD, kata dia, pihaknya telah melakukan penyuluhan di daerah penularan DBD seperti Rangkasbitung, Cibadak, dan Kalanganyar.

"Dengan penyuluhan ini diharapkan masyarakat bisa mengetahui tentang pencegahan penyakit tersebut," katanya.

Selain itu, pihaknya juga meminta masyarakat melakukan gerakan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) dengan cara menguras, menutup, mengubur (3M) barang-barang bekas seperti kaleng.

Baca juga: Yogyakarta imbau warga gencarkan PSN jelang musim hujan antisipasi DBD

Pihaknya juga meminta masyarakat memberikan abate pada penampungan air seperti bak mandi.

"Saya kira PSN dinilai lebih efektif untuk memutus mata rantai penularan penyakit DBD," katanya.

Kepala Puskesmas Rangkasbitung, Kabupaten Lebak Yangyang Citra Gumelar mengatakan masyarakat dapat berperan aktif untuk pencegahan kasus DBD memasuki musim hujan.

Selain itu, jika masyarakat mengalami gejala demam atau panas tubuh hingga lebih dari tiga hari dan timbul bintik-bintik di kulit segera mendatangi fasilitas kesehatan untuk mendapatkan pertolongan medis.

Pihaknya kini mengoptimalkan penyuluhan dan edukasi pencegahan DBD kepada masyarakat agar membudayakan kegiatan gotong royong dengan melakukan PSN dan 3M untuk memutuskan mata rantai DBD.

Baca juga: Pemerintah tingkatkan upaya pengendalian penularan dengue

"Kami meyakini gerakan PSN dan 3M dapat mematikan jentik-jentik nyamuk aedes aegypti, sehingga bisa terbebas dari penyakit yang mematikan itu," katanya.