Dinkes Mamuju jamin ketersediaan obat-obatan bagi para pengungsi

Dinas Kesehatan Kabupaten Mamuju, Provinsi Sulawesi Barat, menjamin ketersediaan obat bagi warga yang mengungsi pascagempa bumi magnitudo 5,8 yang mengguncang wilayah itu pada Rabu siang (8/6) sekitar pukul 13.32 Wita, terpenuhi.

Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinas Kesehatan Kabupaten Mamuju Farida SKM, ditemui di Posko Induk Pelayanan Kesehatan di Stadion Manakarra Mamuju, Kamis sore mengatakan, stok obat-obatan yang disiapkan untuk melayani para pengungsi mencukupi.

"Obat-obatan untuk para pengungsi mencukupi," kata Farida.

Baca juga: Pemerintah Sulbar siapkan makanan pengungsi gempa

Jenis obat yang disiapkan di Posko Induk Pelayanan Kesehatan Dinas Kesehatan Kabupaten Mamuju lanjut Farida, yakni obat gatal, demam dan mual.

"Jenis obatnya banyak, tetapi umumnya obat-obatan yang paling dibutuhkan para pengungsi saat ini adalah obat demam, gatal-gatal dan mual," tutur Faridah.

Baca juga: Pengungsi gempa Mamuju kekurangan tenda

Ia menyampaikan, hingga Kamis sore, sebanyak 23 pengungsi telah memeriksakan kesehatannya di Posko Induk Pelayanan Kesehatan Dinas Kesehatan Kabupaten Mamuju.

Umumnya, kata dia, para pengungsi yang memeriksakan kesehatan, mengeluhkan penyakit gatal-gatal, demam dan mual.

Baca juga: 11.000 warga terdampak gempa mengungsi di Stadion Manakarra Mamuju

"Para pengungsi umumnya mengeluhkan penyakit gatal-gatal, demam dan mual. Penanganannya dilakukan seperti rawat jalan, mereka diberi obat kemudian diminta datang lagi ke posko kesehatan jika penyakitnya belum sembuh," tuturnya.

"Jika ada pengungsi yang tidak bisa kami tangani, maka akan kami rujuk ke RSUD Mamuju. Belum ada pengungsi yang mengeluhkan penyakit parah dan hanya gejala-gejala ringan," kata Faridah menerangkan.

Baca juga: Warga terdampak gempa Mamuju tak perlu mengungsi ke tempat tinggi

Ia menyampaikan, petugas medis yang disiagakan di Posko Induk Pelayanan Kesehatan Dinas Kesehatan Kabupaten Mamuju, dibagi dalam dua shift, dan setiap shift masing-masing dua dokter, dua apoteker dan enam perawat.

"Kami mengimbau kepada warga yang mengungsi agar segera memeriksakan kesehatan di posko kesehatan jika mengalami atau mengeluhkan penyakit. Kami siap memberikan pelayanan kesehatan kepada warga terdampak gempa," tutur Faridah.

Baca juga: Gempa menyebabkan setidaknya 70 rumah rusak di Mamuju

Petugas medis dari Dinas Kesehatan Kabupaten Mamuju memeriksa obat-obatan yang disiapkan bagi para pengungsi di Posko Induk Pelayanan Kesehatan Dinas Kesehatan Mamuju di Stadion Manakarra,Kamis (9/6)(ANTARA/Amirullah)
Petugas medis dari Dinas Kesehatan Kabupaten Mamuju memeriksa obat-obatan yang disiapkan bagi para pengungsi di Posko Induk Pelayanan Kesehatan Dinas Kesehatan Mamuju di Stadion Manakarra,Kamis (9/6)(ANTARA/Amirullah)
Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel