Dinkes Mimika pastikan malaria terkendali selama PON Papua

·Bacaan 2 menit

Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika memastikan penyebaran penyakit malaria di wilayah tersebut sampai saat ini terkendali seiring dengan penyelenggaraan Pekan Olahraga Nasional (PON) Papua.

"Bersamaan PON ini, malaria terkendali," kata Kepala Dinkes Mimika Reynold Ubra, di Mimika, Minggu.

Menurut dia, langkah antisipasi malaria menyambut PON sudah dilakukan sejak setahun lalu, antara lain dengan survei jentik, mass blood survey (MBS), hingga pembagian kelambu.

Bahkan, Dinkes Mimika juga melakukan penyemprotan tempat penginapan kontingen PON untuk mengantisipasi nyamuk malaria.

Baca juga: Dinkes Mimika sosialisasikan pencegahan malaria pada peliput PON Papua
Baca juga: Membentengi PON dari malaria

Penyemprotan yang diistilahkan Indoor Residual Spraying (IRS) itu dilakukan di dinding-dinding ruang penginapan agar terhindar dari nyamuk Anopheles penular malaria.

Nyamuk Anopheles yang beraktivitas mulai pukul 18.00-06.00 WIT diketahui gemar hinggap di dinding atau tembok rumah sehingga dilakukan IRS yang bisa bertahan efektivitasnya hingga tiga bulan.

"Penyemprotan IRS sudah kami lakukan dua bulan sebelumnya. Kalau untuk hotel-hotel, kami apresiasi mereka telah melakukannya secara mandiri," ujarnya.

Seluruh kontingen PON, kata dia, juga telah dites malaria, dan diberikan penyuluhan tentang penyakit tersebut, cara pencegahan, dan langkah penanganannya.

"Dari lebih 500 spesimen yang kami cek, temuan kasus malaria ada tiga spesimen. Artinya, di bawah 1 persen. Dua orang di antaranya, atlet dari daerah endemik, salah satunya Mimika," kata Reynold.

Tak hanya selama PON, pemantauan juga dilakukan Dinkes Mimika setelah kontingen kembali ke kampung halaman hingga tiga bulan.

Baca juga: Menkes sebut pengendalian malaria selama PON dilakukan lewat fogging

"Setelah pemeriksaan malaria, kami lakukan survei migrasi. Jadi, kami pantau kontingen hingga tiga bulan sepulangnya ke daerah asal," katanya.

Seandainya ada kontingen dalam rentang waktu itu mengalami gejala malaria, kata dia, bisa langsung menghubungi Puskesmas atau Dinkes setempat.

"Nanti mereka kan ditelusuri pernah ke daerah endemik malaria. Jadi, dari Puskesmas atau Dinkes setempat akan berkoordinasi dengan kami," kata Reynold.

PON Papua berlangsung pada 2-15 Oktober dengan mempertandingkan 37 cabang olahraga yang dibagi pelaksanaannya di empat daerah, yakni Kota Jayapura, Kabupaten Jayapura, Mimika, dan Merauke.

Meski baru dibuka pada 2 Oktober kemarin, ada beberapa cabang olahraga yang sudah memulai jalannya kompetisi dan perebutan medali.

Baca juga: Waspadai nyamuk "dugem" di PON Papua
Baca juga: Ketua DPD RI berharap lahir bibit atlet kelas dunia di PON Papua
Baca juga: Restu Bunda iringi Rifda Irfanaluthfi gemilang di PON Papua

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel