Dinkes sebut kasus ISPA di Kota Bekasi turun

·Bacaan 2 menit

Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bekasi, Jawa Barat menyatakan kasus penyakit Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) di daerah itu tercatat mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Bekasi Tanti Rohilawati di Bekasi, Selasa mengatakan ada 1.793 kasus ISPA selama periode bulan Januari-November 2021 atau turun sebanyak 427 kasus dari tahun 2020, yakni 2.220 serta 2.315 kasus sepanjang tahun 2019.

"Meski tren kasus turun namun kami tetap mengimbau warga untuk menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat guna mencegah penyakit ISPA ini," katanya di Bekasi, Selasa.

Dia menjelaskan seribuan kasus ISPA tahun 2021 ini didominasi usia lima tahun ke atas dengan 817 kasus, disusul anak berusia satu hingga lima tahun dengan 689 kasus, serta 287 kasus sisanya berusia kurang dari setahun.

Pada tahun 2020 total kasus ISPA di Kota Bekasi tercatat sebanyak 2.220 kasus dengan rincian 433 kasus usia kurang dari satu tahun, 1.110 kasus pada rentang usia satu hingga lima tahun, dan 677 kasus usia di atas lima tahun.

Sementara tahun 2019 ada 4.108 kasus dengan rincian 868 kasus usia kurang dari setahun, 1.989 kasus pada usia satu sampai lima tahun, dan 1.251 kasus pada usia lebih dari lima tahun.

Ia menjelaskan penyakit ISPA disebarkan melalui udara. Pasien yang menderita sakit ini biasanya bergejala batuk dan pilek disertai demam. Penyakit ini mudah menular dan dapat dialami siapa saja, termasuk anak-anak serta lanjut usia.

"ISPA akan menimbulkan peradangan pada saluran pernapasan, mulai dari hidung hingga paru-paru. Kebanyakan disebabkan virus sehingga dapat sembuh dengan sendirinya tanpa pengobatan khusus dan antibiotik," katanya.

Dia mengatakan perilaku hidup bersih dan sehat dapat mencegah ISPA. Beberapa cara mencegah penyakit ini antara lain dengan mencuci tangan secara teratur, terutama setelah beraktivitas di tempat umum. Menghindari menyentuh wajah, terutama bagian mulut, hidung, dan mata agar virus dan bakteri tidak masuk.

Kemudian menutup mulut menggunakan sapu tangan maupun tisu ketika bersin atau batuk untuk mencegah penularan kepada orang lain serta perbanyak konsumsi makanan kaya vitamin, terutama vitamin C untuk meningkatkan daya tahan tubuh.

"Jangan lupa olahraga secara teratur, stop merokok, dan lakukan vaksinasi, baik vaksin MMR, influenza, atau pneumonia. Diskusikan dengan dokter mengenai keperluan, manfaat, dan risiko dari vaksinasi ini," demikian Tanti Rohilawati .

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel