Dinkes Sumsel Targetkan Vaksin Harus Dipakai Maksimal 10 Hari

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Palembang - Vaksinasi COVID-19 di Sumatera Selatan (Sumsel), terus digencarkan. Salah satunya melalui program Keroyok Vaksinasi, yang dilakukan di 17 kabupaten/kota di Sumsel.

Namun, ada tiga kabupaten di Sumsel yang masuk dalam kawasan dengan capaian vaksinasi terendah. Yaitu Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) dan Empat Lawang Sumsel.

Seperti di Kabupaten Empat Lawang Sumsel, 6.000 vial vaksin Moderna dikembalikan ke Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumsel melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) Sumsel.

Alasannya, karena efeknya terlalu lama dan ditolak oleh rumah sakit dan warga. Bahkan, Bupati Empat Lawang Joncik Muhammad, merasakan demam 3 harian, usai disuntik vaksin Moderna.

Menanggapi hal itu, Kepala Bidang (Kabid) Surveilans dan Imunisasi Dinkes Sumsel Yusri menuturkan, jika stok vaksin Moderna langsung dialihkan ke daerah lain, agar pasokannya terus terserap.

Menurutnya, vaksin yang sudah didistribusikan ke fasilitas kesehatan (faskes) di Sumsel, harus segera diberikan ke warga, maksimal 10 hari sejak kedatangan.

“Jika lebih dari 10 hari, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) melihat masih banyaknya stok vaksin. Jadi mereka tidak akan menambah alokasinya. Makanya itu paling lama 10 hari ke depan,” ucapnya, Sabtu (13/11/2021).

Diakuinya, masa kadaluarsa vaksin memang selama 6 bulan, dengan penyimpanan sesuai dengan suhu masing-masing.

Namun diharapkannya, vaksin yang sudah didistribusikan, langsung bisa digunakan, agar Kemenkes bisa memberikan tambahan vaksin lagi ke Sumsel.

Pasokan Vaksin COVID-19

Seorang anak mendapatkan vaksin covid-19  di Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, Jakarta, Sabtu (3/7/2021). Pemprov DKI menggelar vaksinasi massal bagi anak usia 12-17 tahun di Stadion GBK selama dua hari, yakni pada 3-4 Juli 2021. (merdeka.com/Imam Buhori)
Seorang anak mendapatkan vaksin covid-19 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, Jakarta, Sabtu (3/7/2021). Pemprov DKI menggelar vaksinasi massal bagi anak usia 12-17 tahun di Stadion GBK selama dua hari, yakni pada 3-4 Juli 2021. (merdeka.com/Imam Buhori)

“Kita bukan dalam situasi normal, ini situasi luar biasa, berpacu dengan waktu. Harus meningkatkan imunitas dalam waktu singkat. Jika semua orang tervaksin, ada kekebalan tubuhnya,” ujarnya.

Yusri menuturkan, pasokan vaksin dari Kemenkes ke Sumsel sudah meningkat. Sebelum bulan September 2021 lalu, stok vaksin yang dikirim hanya sebanyak 30.000-an vial per bulan.

Namun kini, sudah mencapai 400.000 vial per bulan. Dan jumlah vaksin tersebut langsung habis dalam waktu sebulan, yang disebarkan di 17 kabupaten/kota di Sumsel.

Usulkan Tambahan Vaksin

Vaksinator menyuntikkan vaksin COVID-19 kepada warga saat vaksinasi keliling di Kebon Kacang, Jakarta, Jumat (9/7/2021). Mobil vaksin COVID-19 keliling diluncurkan guna mempercepat pencapaian target vaksinasi COVID-19 untuk mencapai kekebalan kelompok atau herd immunity. (Liputan6.com/Faizal Fanani)
Vaksinator menyuntikkan vaksin COVID-19 kepada warga saat vaksinasi keliling di Kebon Kacang, Jakarta, Jumat (9/7/2021). Mobil vaksin COVID-19 keliling diluncurkan guna mempercepat pencapaian target vaksinasi COVID-19 untuk mencapai kekebalan kelompok atau herd immunity. (Liputan6.com/Faizal Fanani)

“Kita pernah meminta (ke Kemenkes) lewat surat Gubernur Sumsel, sebanyak 1,5 juta dosis per bulannya. Karena dalam waktu 1 minggu saja, bisa habis 400.000-an vaksin,” katanya.

Surya, warga Kelurahan 2 Ilir Palembang mengatakan, karena persyaratan ke luar kota harus vaksin, akhirnya dia tertarik untuk divaksin. Apalagi, banyak sekali fasilitas kesehatan (faskes) yang mudah terjangkau, yang memberikan pelayanan vaksinasi.

“Awalnya saya takut mau vaksin, banyak mendengar cerita-cerita tentang efek vaksin. Tapi sekarang, saya tergerak ikut vaksin. Semoga dipermudah,” ucapnya.

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini:

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel