Dinkes: Vaksinasi anak di Kendari capai 19.136 jiwa

Dinas Kesehatan Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, menyebutkan cakupan vaksinasi COVID-19 dosis pertama kepada anak usia enam sampai 11 tahun di daerah ini mencapai 19.136 jiwa dari 37.352 sasaran.

Kepala Dinas Kesehatan Kendari Rahminingrum di Kendari, Kamis, mengatakan vaksinasi anak terus digenjot karena merupakan salah satu kelompok rentan terinfeksi COVID-19.

"Penerima vaksin dosis satu bagi anak berada pada angka 51,23 persen atau sebanyak 19.136 anak dari sasaran," katanya.

Baca juga: Wali Kota Kendari: Sebagian besar kelurahan masuk zona hijau COVID-19

Sementara, penerima vaksinasi dosis kedua bagi anak di Kendari mencapai 23,53 persen atau 8.790 orang dari sasaran.

Dinas Kesehatan Kendari terus mendorong percepatan cakupan vaksinasi bersinergi dengan TNI-Polri seperti Polresta Kendari dan Kodim 1417/Kendariberkeliling memberikan pelayanan vaksinasi.

Percepatan vaksinasi terus dilakukan bukan hanya kepada anak usia enam sampai 11 tahun tetapi juga kelompok lainnya seperti lansia termasuk masyarakat pada umumnya.

Baca juga: Dinkes Kalsel: Vaksinasi bergerak berlanjut setelah Lebaran

"Selain vaksin anak kami juga lakukan percepatan vaksinasi lansia yang cakupannya saat ini mencapai 9.392 orang atau 55,12 persen untuk vaksin dosis satu, 7.541 atau 44,25 persen dosis kedua, dan 1.802 atau 10,58 persen dosis ketiga dari 17.040 sasaran," ujar dia.

Ia berharap seluruh masyarakat bisa melakukan vaksinasi, sehingga dapat terbentuk kekebalan komunal terhadap COVID-19.

Dia meminta masyarakat meski sudah menerima vaksinasi hingga dosis penguat atau booster, tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.

Baca juga: Kak Seto: Vaksinasi anak perlu untuk perlindungan

"Seperti yang selalu kami tekankan, masyarakat agar selalu patuh protokol kesehatan dan ikut vaksinasi. Dua hal ini yang harus dilakukan agar kita keluar dari pandemi COVID-19," kata Rahminingrum.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel