Dinkes: Warga Sulut dirawat karena COVID-19 tersisa 57 orang

Dinas Kesehatan Sulawesi Utara (Sulut) melaporkan warga yang masih dirawat karena COVID-19 tersisa sebanyak 57 orang atau sebesar 0,1 persen dari total kasus pada Kamis.

"Satgas terus mengimbau masyarakat disiplin menjalankan protokol kesehatan, dan bagi yang belum mendapatkan vaksinasi segera mendatangi fasilitas kesehatan yang menyediakan layanan tersebut," ajak Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sulut, dr Debie KR Kalalo, MScPH di Manado, Kamis.

Berkurangnya kasus aktif berkorelasi positif dengan semakin berkurangnya kasus baru serta meningkatnya kasus sembuh harian.

Baca juga: Angka kesembuhan COVID-19 di Sulut meningkat jadi 97,6 persen

Saat ini, kata dia, akumulasi kasus terkonfirmasi positif COVID-19 sebanyak 51.325 orang, setelah bertambah dua kasus yang berasal dari Kabupaten Minahasa Selatan.

Sementara kasus sembuh mencapai 50.100 orang atau sebesar adalah 97,6 persen setelah bertambah dua orang dari Kota Tomohon.

Dia menambahkan, kasus meninggal mencapai 1.168 orang (tidak terjadi penambahan) dengan angka kematian sebesar 2,3 persen.

Baca juga: Warga Sulut dirawat karena COVID-19 tinggal 113 orang

Puncak pandemi COVID-19 gelombang pertama terjadi pada 25 Januari 2021, saat itu kasus baru harian mencapai 241 orang.

Enam bulan kemudian, puncak pandemi COVID-19 gelombang kedua terjadi pada 31 Juli 2021 dengan jumlah kasus sebanyak 708 orang.

Sementara puncak gelombang ketiga COVID-19 terjadi pada 22 Februari 2022 dengan jumlah kasus terkonfirmasi positif sebanyak 1.125 orang.

Baca juga: Angka kesembuhan kasus COVID-19 di Sulut capai 97,5 persen

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel