Dinosaurus Bergigi Hiu Ditemukan di Uzbekistan, Ini Kata Ahli

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Tashkent - Dinosaurus pemakan daging dengan gigi seperti hiu bergerigi ternyata berkeliaran di Uzbekistan sekitar 90 juta tahun yang lalu.

Dinosaurus dengan panjang kaki 8 meter dan berat 2.200 pon (1.000 kg) ini lebih panjang dari gajah Afrika dan lebih berat dari bison.

Para peneliti menamakannya Ulughbegsaurus Uzbekistanensis, diambil dari nama Ulugh Beg, astronom, matematikawan dan sultan pada abad ke -15 dari tempat yang sekarang biasa disebut Uzbekistan.

Dilansir dari Live Science, Jumat (10/9/2021), para ilmuan terkejut karena dinosaurus itu jauh lebih besar dua kali panjangnya dan lima kali lebih berat daripada predator puncak ekosistemnya yang dikenal sebelumnya, seekor tyrannousaurus.

Potongan tulang rahang ditemukan dalam koleksi museum Uzbekistan tahun 2019, yang sebelumnya ditemukan di Gurun Kyzylkum Uzbekistan pada 1980-an. Tulang rahang parsial Ulughbegsaurus Uzbekistanensis menunjukkan bahwa hewan itu adalah carcharodontosaurus, atau dinosausrus bergigi hiu.

Karniovara ini adalah sepupu dan pesaing tyrannousaurus yang spesiesnya palling terkenal adalah tyrannousaurus rex.

Darla Zelenitsky, seorang professor palobiologi di University of Calgary mengatakan, kedua kelompok dinosaurus itu cukup mirip, tetapi carcharodontosaurus umumnya lebih ramping dan bertubuh ringan daripada tyrannousaurus yang berbadan besar.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Dinosaurus Raksasa

Ilustrasi dinosaurus. (Image by Jim Cooper from Pixabay)
Ilustrasi dinosaurus. (Image by Jim Cooper from Pixabay)

Meski begitu, carcharodontosaurus biasanya lebih besar dari tyrannousaurus, yang mencapai bobot lebih dari 13.200 pon (6.000 kg). Kemudian, sekitar 90 juta hingga 80 juta tahun yang lalu, carcharodontosaurus menghilang dan tyrannosaurus bertambah besar dan mengambil alih sebagai predator puncak di Asia dan Amerika Utara.

Para ahli mencatat, temuan baru ini adalah dinosaurus carcharodontosaurus pertama yang ditemukan di Asia Tengah. Ahli paleontology sudah tahu bahwa tyrannosaurus Timurlengia hidup pada waktu dan tempat yang sama, tetapi dengan panjang 4 m dan berat sekitar 375 pon (170 kg), Timurlengia lebih kecil dari U.

Ulughbegsaurus Uzbekistanensis adalah predator puncak dalam ekosistem, melahap dinosaurus bertanduk sauropoda berleher panjang, dan dinosaurus mirip burung unta di lingkungan itu.

Dikutip dari Live Science, “penemuan kami menunjukkan carcharodontosaurus masih merupakan predator jaminan di Asia 90 juta tahun yang lalu” ungkap pemimpin peneliti Kohei Tanaka.

Peter Makovicky, seorang professor paleontology di University of Minnesota yang tidak terlibat dalam penelitian ini, setuju bahwa Ulughbegsaurus Uzbekistanensis berada di puncak rantai makanan lokal. Temuan Ulughbegsaurus Uzbekistanensis adalah kejadian terakhir yang diketahui dari carcharodontosaurus dan tyrannosaurus yang hidup bersama sebelum carcharodontosaurus punah.

Uzbekistanensis, Dinosaurus bergigi hiu

Ilustrasi jenis dinosaurus Tyronnosaurus Rex (Sumber: Istockphoto)
Ilustrasi jenis dinosaurus Tyronnosaurus Rex (Sumber: Istockphoto)

Dilansir dari Live Science, tim peneliti menemukan bahwa uzbekistanensis memiliki tonjolan tulang yang unik diatas giginya. Namun, ia juga memiliki tonjolan tulang di sisi rahangnya yang mirip dengan tyrannosaurus Thanatheristes degrootorum, yang namanya berarti “penuai kematian” dari tempat yang sekarang disebut Kanada.

Menurut Zelenitsky, tidak diketahui jelas mengapa kedua spesies memiliki tonjolan ini, tetapi mungkin ini adalah kasus evolusi konvergen, ketika spesies yang tidak terkait erat berevolusi untuk memiliki karakteristik yang sama.

Penulis : Alicia Salsabila

Infografis Yuk Hindari 9 Kesalahan Ketika Gunakan Masker Cegah Covid-19. (Liputan6.com/Abdillah)
Infografis Yuk Hindari 9 Kesalahan Ketika Gunakan Masker Cegah Covid-19. (Liputan6.com/Abdillah)
Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel