Dinsos Papua: Kemensos kirim 20 ton beras untuk korban banjir

·Bacaan 1 menit

Dinas Sosial, Kependudukan, Pemberdayaan Perempuan dan Anak Provinsi Papua menyebut Kementerian Sosial (Kemensos) mengirimkan 20 ton beras dan kebutuhan dasar, seperti selimut, kasur, pakaian layak pakai, sikat gigi, sabun mandi, serta lainnya untuk warga yang terdampak banjir.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Sosial, Kependudukan, Pemberdayaan Perempuan dan Anak Provinsi Papua Nius Wenda di Jayapura, Senin, mengaku pihaknya sudah bersurat terkait permohonan dukungan ke Kementerian Sosial terkait kondisi akibat banjir tersebut.

Baca juga: Lanud Silas Papare dirikan tenda bagi korban banjir Jayapura

"Permohonan tersebut sudah dijawab dan kini dalam proses pendistribusian ke Papua," katanya.

Menurut Nius, persediaan bantuan logistik untuk korban bencana alam di wilayahnya sudah semakin menipis, akhirnya menyurat ke Kemensos.

"Dalam beberapa tahun terakhir ini ada bencana yang terjadi di kabupaten dan kota di Papua, sehingga logistik kita sudah tidak cukup," ujarnya.

Dia menjelaskan Kemensos sudah menyampaikan bahwa bantuan logistik dalam perjalanan dan kemungkinan akan tiba dalam waktu dekat ini.

"Tambahan bantuan logistik dari Kemensos itu juga akan disalurkan bagi korban bencana banjir dan longsor di Kota Jayapura," katanya.

Dia menambahkan pihaknya sudah menyalurkan bantuan lima ton beras dan makanan siap saji pada hari pertama pasca-bencana banjir dan longsor di Kota Jayapura.

Baca juga: Dapur umum Pemprov Papua siapkan 600 porsi makanan siap saji tiap hari

Baca juga: Tim SAR gabungan evakuasi korban banjir dan longsor Papua

"Rencananya Gubernur Papua yang menyerahkan langsung kepada korban bencana jika bantuan dari Kemensos tiba," ujarnya.

Sebelumnya, sebanyak 7.005 warga Kota Jayapura dilaporkan terdampak bencana alam, baik anjir maupun tanah longsor pada Kamis (6/1) malam.

Ribuan warga yang terdampak itu bermukim di empat distrik dari lima distrik yang ada, yakni Distrik Jayapura Utara, Jayapura Selatan, Abepura dan Distrik Heram.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel