Dipaksa Layani Nafsu Bejat Majikan, 2 TKW di Malaysia Kabur

Laporan Wartawan Tribun Batam, Eko Setiawan

TRIBUNNEWS.COM, BATAM - Kasus penganiayaan Tenaga kerja Indonesia (TKI) di Malaysia terjadi lagi. Dua orang wanita asal Batam LS dan SR, dipaksa melayani nafsu bejat majikannya ketika dia bekerja disna. Untung saja dia bisa melarikan diri dari rumah tersebut dan kembali lagi ke Tanah Air dengan selamat.

Kejadian ini bermula ketika LS dan SR diajak oleh Roni salah satu tekong TKI yang berada di Batam. Sebelumnya Roni mengatakan disana akan dipekerjakan sebagai pembantu, dan dia merayu kalau sudah banyak orang yang dia berangkatkan ke sana dan sekarang sudah enak bekerja disna. Mendengar bujuk rayu Roni LS dan SR tertarik dan ingin juga mencoba mengadu nasib kesana dengan alasan Malaysia dekat dari Batam. "Katanya sudah banyak orang yang mereka berangkatkan, makanya kami mau saat dia rayu," ujar LS kepada Tribun di Polresta Barelang Sabtu (21/4/2012) siang,

Setelah mempunyai paspor dan meninta izin kepada suami serta keluarganya, kedua orang ini berangkat ke Malaysia pada 11 April Lalu, kedua orang ini mulai curiga diatas kapal karena yang berangkat hanya mereka berdua saja, sebelumnya Roni mengatakan sebanyak lima orang akan diberangkatkan ke Malaysia bersama kedua orang ini. Dia juga sempat bertanya dan dengan mudah Roni mengatakan kalau mereka sudah berangkat terlebih dahulu."Kami curiganya disana, katanya ada lima orang yang berangkat, kok cuman kami berdua saja yang tinggal," tambahnya lagi.

Tiba di Malaysia mereka dititipkan di suatu tempat penampungan tepatnya di Johor, selama satu minggu dia disana, setelah itu mereka di Bawa ke Malaka. Di dalam hatinya berkata apakah mereka ini akan di jual, namun kedua orang ini belum berani untuk mengatakan hal tersebut kepada Roni. Karena saat itu Roni mengatakan masih mencari Majikan tempat dimana mereka akan dipekerjakan." Saya sempat berfikiran kalau kami berdua akan dijual sama Roni, tapi kami belum mau menanyakan karena takut," ungkap SR korban satu lagi.  

Sampai di Malaka dia dikenalkan kepada dua orang india, dan disana dia dipekerjakan. Disanalah penderitaan kedua orang dimulai, paspor mereka ditahan, dan mereka dipaksa harus melayani nafsu orang india tersebut. Mereka dipaksa bukak baju, kalau tidak mau mereka diancam akan akan dibunuh atau paspornya ditahan."Pertama sikapnya biasa saja, namun lama kelamaan saya disuruh melayani nafsu orang india itu, saya diancam," ujarnya bercerita sambil menangis.

Mereka juga tidak dibolehkan keluar dari rumah ketika itu, dan pada akhirnya salah seorang pembantu asal pakistan yang juga bekerja disana mengatakan kalau mereka memang sering begitu, tidak tega dengan penderitaan kedua orang ini, orang Pakistan tersebut membantu pelarian kedua orang ini dengan cara membukakan pintu. Ketika itu Roni dan kedua orang india itu sedang Makan dirumahnya, dengan mengendap-enadap dia langsung keluar Rumah. Untuk ongkos dia balik ke Batam kedua orang ini menjual perhiasannya disana, selain itu orang Pakistan yang menolong mereka juga memberikan bantuan uang sebesar  100 Ringgit."Kami gak betah disna, untung saja pembantu disana baik hati, kami dibiarkannya pergi, dia juga kasih kami uang untuk ongkos pulang ke Batam," lanjutnya.

Mereka berdua sampai ke Batam pada hari Jumat (20/4) lalu, melalui salah satu pelabuhan tikus, karena tidak terima dengan perbuatan yang dialaminya selama disana. Dia melaporkan Roni ke Polresta Barelang."Saya membuat laporan agar si Roni itu bisa ditangkap, saya rasa dia ada di Batam," pungkasnya.

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.