Dipecat Kerja, Pasangan Ini Raih Omset Miliaran dari Bisnis Hijab

Lutfi Dwi Puji Astuti, Isra Berlian
·Bacaan 3 menit

VIVA – Tren fashion hijab di tanah air setiap tahunnya terus berkembang. Hijab dengan desain yang apik dan modis menjadi buruan para wanita. Rupanya, desain hijab ini menjadi salah satu peluang bisnis yang sangat menjanjikan.

Riska atau akrab disebut Chika Ariska, merupakan salah satu anak muda yang memanfaatkan berkembangnya tren fashion hijab menjadi peluang bisnis yang mendatangkan cuan.

Chika diketahui mulai membuka bisnis hijabnya, Bugis Hijab pada tahun 2017 lalu. Dia dan sang suami, Arwin Burhan berinsiatif berjualan hijab di sebuah toko sepetak berukuran 2x2 meter di Thamrin City, Jakarta Pusat.

Bermodal dari uang pesangon tidak seberapa yang diterima dari Chika usai dipecat dari pekerjaannya sebagai penjaga toko, kini kedua pasangan tersebut dapat meraih omset hingga miliaran rupiah dan telah memiliki 70 karyawan.

Menjadi pebisnis hijab yang sukses tidaklah semudah yang dibayangkan oleh orang. Chika dan sang suami pun menceritakan awal mula perjuangan mereka hingga sukses seperti saat ini.

Di tahun 2008 lalu, bermodal nekat Chika yang hanya berbekal ijazah setara SMP ini datang ke Jakarta berbekal uang Rp500 ribu dan dijanjikan akan mendapatkan pekerjaan.

"Ibu saya bilang untuk apa ke Jakarta, mau jadi pelacur? Ucapan itu keluar karena ibu tahu Jakarta itu kota yang keras. Apalagi saya perempuan dan masih remaja. Tapi saya terus bertekat tetap mau ke Jakarta untuk mengubah nasib saya dan keluarga," kata dia seperti keterangan yang diterima VIVA.

Sesampainya di Jakarta, perempuan kelahiran Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan tersebut bercerita bagaimana dia harus bekerja dari pagi sampai malam, menjaga toko dengan gaji Rp250 ribu per bulan. Saat bekerja pun, Chika mengaku kerap mendapat pengalaman tak mengenakkan mulai dari dituduh yang tidak-tidak sampai terpaksa makan makanan sisa karyawan toko lainnya.

Namun semua berubah. Dengan kerja keras ketika Chika menunjukkan dirinya adalah sosok karyawan yang tekun hingga menyandang status sebagai anak emas dan dipromosikan sebagai kepala toko.

Sayangnya di tahun 2017 atau hampir 10 tahun bekerja sebagai karyawan toko, Chika harus menelan pil pahit saat merima status pemecatan dirinya, sesaat setelah melepas masa lajang.

Bukan hanya dia saja, sang suami, Arwin Burhan juga memiliki pengalaman kurang menyenangkan saat merantau ke Jakarta dan bekerja dengan temannya di bidang konveksi selama empat tahun lamanya. Karena konveksi milik temannya tersebut harus gulung tikar.

Tak mau lama-lama bersedih, Chika dan Arwin Burhan, mencoba peruntungan dengan berjualan hijab di sebuah toko sepetak berukuran 2x2 meter di Thamrin City, Jakarta Pusat dengan modal uang pesangon yang ia dapat dari bos pemilik toko tempat awal ia bekerja.

"Saat itu saya jualan hanya setengah toko dan boleh berjualan hanya di hari-hari tertentu selain hari Senin dan Kamis, hari di mana toko biasanya ramai. Ketika bukan hari berjualan, barang harus dipindah ke gudang padahal saat itu saya sedang hamil muda anak pertama," lanjut Chika.

Menjalankan bisnis hijab ini juga bukan tanpa rintangan, Chika mengatakan bagaimana ia kerap dipandang sebelah mata dan sulit mendapatkan barang importir saat awal-awal berjualan. Belum lagi nasib malang yang menimpa suami.

Arwin diketahui sempat memutuskan untuk membuat brand fesyen sendiri dan memiliki toko di kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat. Sayang, usaha pakaiannya terpaksa gulung tikar lantaran beberapa hal mulai dari karena terlalu fokus dengan Bugis Hijab dan kedua, karena memiliki tim yang kurang kompeten di bidangnya.

"Tapi mulai saat itu, kami akhirnya berpikir untuk mengembangkan bisnis hijab yang memang memiliki pasar yang sangat besar," tambah Arwin Burhan.

Chika maupun Arwin merupakan wujud nyata kerja keras yang tidak akan menghianati hasil. Chika melalui brand Bugis Hijab telah memiliki tiga toko offline di Thamrin City Jakarta Pusat. Arwin kemudian memiliki ide untuk membuat toko online di e-commerce dan website sebagai solusi bertahan di tengah pandemi COVID-19. Berkat go online, omzet Bugis Hijab naik pesat hingga miliaran rupiah dan memiliki lebih dari 70 karyawan.