Dipecat Tidak Hormat, Ferdy Sambo Resmi Ajukan Permohonan Banding

Merdeka.com - Merdeka.com - Irjen Ferdy Sambo telah menandatangani surat permohonan banding atas putusan etik terkait status Pemecatan Tidak Dengan Hormat (PTDH). Divisi Hukum Polri menjadi pendamping Ferdy Sambo.

"Sudah diajukan oleh pendamping beliau dari Divkum Polri," kata kuasa hukum keluarga Ferdy Sambo, Arman Hanis saat dikonfirmasi, Minggu (28/8).

Arman mengatakan, pengajuan banding baru sebatas surat permohonan yang telah diajukan. Sementara untuk memori banding, belum diajukan ke Sekretariat KKEP (Komisi Kode Etik Polri).

"Memori belum, dalam Perpol diatur paling lambat 21 hari sejak menyatakan banding," ujarnya.

Tahapan Pengajuan Banding

Pengajuan banding diatur dalam Pasal 71 hingga Pasal 77 Perpol No 7 Tahun 2022. Batas waktu permohonan banding selama 3 hari kerja. Sementara untuk proses mengajukan memori kepada Pejabat pembentuk KKEP Banding melalui Sekretariat KKEP Banding dalam jangka waktu paling lama 21 hari kerja sejak diterimanya putusan

Dikonfirmasi secara terpisah, Kadiv Humas Polri Irjen Pol Dedi Prasetyo mengatakan bahwa terkait surat permohonan banding Ferdy Sambo batas maksimal hari Selasa (30/8), terhitung sejak putusan pada Jumat (26/8) lalu.

"Tiga hari kerja itu hari selasa harus sudah diterima oleh Sekretariat KKEP. Tunggu besok tanya ke Propam (dipastikan)," ujar Dedi.

Adapun Komisioner Kompolnas Yusuf Warsyim yang menyaksikan sidang etik sebagai pengawas eksternal mengatakan jika permohonan banding itu memang telah diajukan secara lisan oleh Ferdy Sambo kepada ketua majelis sidang etik, Kabaintelkam Komjen Ahmad Dofiri.

"Iya jadi saat selesai Ketua komisi kode etik profesi, Pak Komjen Pol Ahmad Dofiri selesai membacakan putusan. Dipersilahkan apakah saudara menerima putusan ini, langsung pelanggar FS menyamlaikan permohonan banding," tuturnya.

"Pernyataan permohonan banding itu ada tiga hari paling lama untuk ditangdatangani dan diserahkan," tambah dia.

Ferdy Sambo Dipecat Tidak Hormat

Sekadar informasi, sidang kode etik Irjen Ferdy Sambo atas pembunuhan Brigadir J memvonis Pemecatan Tidak Dengan Hormat (PTDH). Atas putusan sidang, Ferdy Sambo mengajukan banding.

"Kami mengakui semua perbuatan dan menyesali semua perbuatan yang kami telah lakukan terhadap institusi Polri, namun mohon izin sesuai Pasal 69 PP (Perpol) 7 tahun 2022, izinkan kami mengajukan banding," kata Ferdy Sambo saat menanggapi putusan Sidang Kode Etik, Jumat (26/8) dini hari.

"Apapun keputusan banding, kami siap laksanakan," ucap Sambo dengan tegas.

Sebelumnya, Komisi Kode Etik Polri (KKEP) merampungkan pemeriksaan terhadap mantan Kadiv Propam Polri Irjen Ferdy Sambo terkait dugaan pelanggaran etik kasus kematian Brigadir J alias Nofriansyah Yosua Hutabarat. Hasil sidang etik memutuskan Ferdy Sambo melakukan pelanggaran berat sehingga dipecat sebagai anggota Polri.

"Pemberhentian dengan tidak hormat atau pdth sebagai anggota Polri," kata Kabaintelkam Polri Komjen Ahmad Dofiri selaku pimpinan sidang saat membacakan putusan di gedung Transnational Crime Center (TNCC) Mabes Polri, Jakarta Selatan, Jumat (26/8) dini hari. [noe]