Dipenuhi Pemain Muda, Aji Santoso Bakal Membuat Skuad Persebaya Satu Visi di Liga 1

·Bacaan 3 menit

Pelatih Persebaya, Aji Santoso. (Bola.com)

Bola.com, Surabaya - Keberadaan mayoritas pemain muda di skuad Persebaya Surabaya membuat banyak pihak meragukan bisa berbicara banyak. Sebab, kebanyakan dari mereka masih belum berpengalaman.

Persebaya membuat kebijakan melakukan regenerasi dengan mempromosikan sejumlah pemain tim junior ke tim senior Persebaya. Kini, Persebaya total sudah memiliki 17 pemain pula yang telah diikat kontrak musim lalu.

Delapan di antaranya adalah anggota skuat musim lalu, yakni Ernando Ari Sutaryadi, Andhika Ramadhani, Satria Tama, I Gede Dida, Rizky Ridho, Koko Ari Araya, Alwi Slamat, dan Muhammad Hidayat.

Lalu, terdapat empat pemain yang dipromosikan dari tim Elite Pro Academy (EPA), yaitu Deni Agus, Arief Catur, Risky Dwiyan, dan M. Widi Syarief. Terakhir, lima pemain direkrut dari tim lain, yakni Andre Oktaviansyah, Mochamad Zaenuri, Leo Lelis, Januar Eka, dan Salman Alfarid.

Dari situ saja sudah terlihat bahwa mayoritas pemainnya masih berusia muda. Empat eks EPA tentu belum berpengalaman. Lalu, tiga pemain rekrutan baru, yakni Andre, Januar, dan Salman, juga terhitung belia.

Kendati demikian, pelatih Aji Santoso sudah menyusun rencana agar timnya bisa satu visi demi meraih prestasi. Kekompakan tim tentu sangat diperlukan untuk berkiprah di Liga 1 musim depan.

“Sebenarnya, musim lalu itu komposisi pemain justru berubah-ubah, tidak tetap. Karena ada beberapa pemain timnas yang datang dan pergi Memang faktor waktu itu perlu tapi bukan yang utama,” ucap Aji Santoso.

“Yang terpenting adalah bagaimana seorang pelatih transfer knowledge kepada pemain. Pemain itu juga memahami satu sama lain sehingga bisa mengikuti apa yang diinginkan pelatih. Jadi, pelatih harus tahu kapan harus bertangan besi kapan harus sebagai teman,” imbuh legenda Persebaya Surabaya itu.

Eksodus

Persebaya Surabaya mengalami gelombang eksodus kepergian sejumlah pemain bintang yang sempat menjadi perbincangan pecinta sepak bola nasional. Bagaimana tidak, 16 pemain sudah resmi pergi tak sampai sepekan BRI Liga 1 2021/2022 berakhir.

Di antaranya adalah Taisei Marukawa, Bruno Moreira, Arsenio Valpoort, Alie Sesay, Johan Yoga Utama, David Ariyanto, Ricky Kambuaya, hingga kapten musim lalu Rachmat Irianto

Lalu, masih ada sembilan nama lain yang juga pergi. Mereka adalah Reva Adi Utama, Ady Setiawan, Samsul Arif, Hambali Tolib, Franc Sokoy, Mokhamad Syaifuddin, Rendi Irwan, Oktafianus Fernando, dan Arif Satria.

Istilah “cuci gudang” juga muncul. Hal ini mengacu pada gelombang eksodus juga. Sebab, mayoritas dari 17 belas pemain itu merupakan penghuni skuat inti Persebaya musim lalu.

Kejadian ini sebenarnya tidak lepas kontrak jangka pendek yang mengikat para pemain tersebut. Mereka hanya dikontrak sampai akhir musim dan kini bebas menentukan pilihan untuk mendapat tawaran klub lain.

Godaan Klub Lain

Apalagi, tawaran nilai kontrak dari klub lain itu melonjak naik berkali-kali lipat. Itu juga tidak terlepas dari performa para pemain tersebut dengan membawa Persebaya menembus lima besar klasemena akhir BRI Liga 1.

“Jujur saja selama ini untuk masalah taktis semua pemain Persebaya saya paksa untuk menuruti keinginan saya. Kalau ada hal-hal yang prinsip tidak bisa diotak-atik, kalau hal-hal yang bisa ditoleransi maka akan saya toleransi.”

Musim lalu, Persebaya berhasil mencuri perhatian dengan mengandalkan pemain muda di BRI Liga 1 2021/2022. Mereka mampu menduduki peringkat kelima klasemen akhir. Banyak pujian diarahkan kepada Bajul Ijo karena mampu menampilkan performa impresif.

Klub asal Kota Pahlawan itu bahkan memborong tiga trofi individu. Masing-masing adalah pelatih terbaik yang didapat Aji Santoso, lalu pemain terbaik untuk Taisei Marukawa, dan pemain muda terbaik diberikan kepada Marselino Ferdinan.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel