Diperiksa Bareskrim, DJ Una Ngaku Investasi Rp1,5 M di DNA Pro

·Bacaan 3 menit

Merdeka.com - Merdeka.com - Putri Una Astari Thamrin alias DJ Una telah selesai menjalani pemeriksaan di Gedung Bareskrim Polri, Jakarta Selatan. Ia salah satu selebritas yang juga terseret kasus dugaan investasi ilegal berkedok robot trading, DNA Pro. Seperti Ivan Gunawan, DJ Una juga turut mempromosikan robot trading tersebut.

Yafet Y.W Rissy selaku kuasa hukum DJ Una mengatakan, kliennya telah dicecar sebanyak 35 pertanyaan oleh penyidik Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dit Tipideksus) Bareskrim Polri.

"Tadi diperiksa dengan 35 pertanyaan dalam 2 bagian utama. Pertama sebagai korban, kedua sebagai saksi," kata Yafet kepada wartawan, Senin (25/4) malam.

Ia menjelaskan, untuk pemeriksaan sebagai saksi, DJ Una mengaku terlibat DNA Pro karena adanya ajakan dari seseorang. Bahkan, ia dijanjikan bakal diberikan mobil sebanyak enam unit.

"Sebagai saksi, tadi kita sudah menguraikan panjang lebar bahwa Una terlibat atau ikut dalam investasi dalam DNA Pro karena diajak oleh Hoki Irjana, dia yang mengajak. Kemudian memberikan prospectus itu menjanjikan macam-macam lah hadiah," jelasnya.

"Ternyata setelah kita cek, 3 CRV dan 3 Brio mobil itu yang dijanjikan kalau nanti berhasil memenuhi skema investasinya, kalau bisa memenuhi skema investasi tertentu dan downline tertentu. Semua itu bohong, semua itu omong kosong. Sampai Januari, dana tidak bisa ditarik kembali dan semua hadiah yanh dijanjikan itu tidak bisa diterima oleh Una dan keluarganya," sambungnya.

Lalu, saat diperiksa sebagai korban, DJ Una menyampaikan telah melakukan investasi bersama keluarga dan temannya yang jika dijumlah sebesar Rp1,5 miliar.

"Yang berhasil diwithdraw itu Rp603 juta, dengan demikian terdapat selisih Rp920juta-an yang tidak bisa ditarik, yaitu secara umum begitu. Jadi masih mengalami kerugian Rp900 juta-an," ujarnya.

"Kita juga sudah menyerahkan kepada penyidik sejumlah bukti dokumen, ada 3 yang kita serahkan, bukti transfer dari rekening Una ke PT DNA Pro. Kedua adalah izin legalitas oleh PT DNA Pro yang katanya memiliki izin dari berbagai macam itu, termasuk dari OJK, macem-macem itu. Tapi itu hanya izin pendidikan komputer ya," sambungnya.

Kemudian, DJ Una yang ditemaninya itu juga menyerahkan bukti prospectus, skema berinvestasi DNA Pro.

"Secara global dapat kita sampaikan bahwa dari Prospectus yang ada itu keuntungannya 1 hari itu 1 persen, satu bulan kurang lebih 20 persen. Jadi ini angka yang cukup fantastis. Kalau per bulan 20 persen, anda bisa kali aja setahun berapa itu ya, 240 persen," sebutnya.

Selain itu, ia menegaskan, jika kliennya bukan lah sebagai brand ambassador dari DNA Pro. Melainkan hanya bekerja sebagai seorang Disjoki (DJ) yang diminta tampil oleh pihak DNA Pro, namun tidak disebutkan berapa bayaran yang diterimanya saat itu.

"Tadi sudah kita jelaskan, Una tidak dalam kapasitas mempromosikan DNA Pro, Una hanya hadir dalam acara itu berdasarkan kontrak sebagai seniman, DJ Profesional gitu," tegasnya.

"Karena ada kontrak, andakan bekerja, kita bekerja, kan kita dibayar. Saya kira itu biasa normal saja profesional. Akan jadi masalah kalau saya tidak bekerja, terus sata dikasih duit. Tapi kan ini ada kontraknya, resmi ditandatangani oleh pihak DNA dan manajemen, bukan Una dan pihak manajemen Tans Indonesia. Jadi sekali lagi itu hubungan yang profesional karena kerja. Karena jasanya sudah diperform, maka sudah selayaknya menerima honor," sambungnya.

Meski menerima uang atas pekerjaannya sebagai DJ untuk mengisi sebuah acara, dirinya mengaku tak ada pengembalian uang atau saat diperiksa penyidik tidak meminta untuk mengembalikan uang yang sudah diterimanya itu.

"Begini tidak ada pengembalian uang, tidak ada pengembalian dana. Karena memang tidak ada apa namanya aliran dana yang ilegal, semua diterima karena tampil sebagai seniman profesional," ungkapnya.

Lalu, terkait dengan acara saat Una tampil sebagai DJ itu dilakukannya pada tahun 2021 sebanyak tiga kali di lokasi yang berbeda. Untuk kontrak kerjanya sendiri, ia diminta tampil selama 1-2 jam dalam satu hari tersebut.

"(Kontraknya) Satu kali perform kisaran waktu 1-2 jam lah," ucapnya.

Dengan adanya masalah ini, DJ Una mengaku akan lebih berhati-hati lagi untuk melakukan investasi dan tidak percaya dengan orang-orang yang baru saja dikenal olehnya.

"Yang pasti saya akan lebih berhati-hati untuk berinvestasi, tidak percaya dengan orang-orang baru yang saya kenal," kata Una. [rhm]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel