Diperiksa Bareskrim, Nowela Idol Enggan Ungkap Bayaran Job Nyanyi saat Acara DNA Pro

·Bacaan 2 menit

Merdeka.com - Merdeka.com - Penyanyi jebolan ajang pencarian bakat, Nowela Mikhelia atau yang akrab disapa Nowela Idol akhirnya merampungkan pemeriksaan oleh penyidik Bareskrim Polri sebagai saksi terkait kasus investasi ilegal robot trading DNA Pro.

Nowela mengaku jika dirinya diperiksa kepada tim penyidik terkait acara yang digelar oleh DNA Pro pada Agustus 2021 lalu. Dimana dia menjadi salah satu pengisi acara, sebagai penyanyi.

"Saya memang mengisi acara menyanyi Agustus 2021 lalu. Ya memang sebatas mengisi acara. Tadi juga prosesnya sangat lancar, diterima dengan baik," kata Nowela kepada wartawan, usai pemeriksaan pada Jumat (22/4).

Tidak hanya itu, ia menegaskan tidak ada kerja sama lain antara dirinya dengan DNA Pro selain mengisi acara sebagai penyanyi.

"Tidak, selain mengisi acara hanya sebagai penyanyi," imbuhnya.

Namun demikian ketika ditanya soal nominal fee yang diterima Nowela dari pekerjaan menyanyi yang diminta DNA Pro, enggan untuk menjawab detail nominal tersebut.

"Terima, ada (enggan sebut nominal)," katanya.

Kendati demikian, Nowela siap kooperatif apabila tim penyidik meminta honor manggung di acara DNA Pro untuk disita sementara.

"Ya saya sangat kooperatif kalau memang harus dikembalikan saya akan kembalikan terutama mengembalikan apa yang bukan milik saya. Jadi semuanya sudah diproses dengan sangat baik," pungkasnya.

Adapun pemeriksaan terhadap Nowela oleh tim penyidik Bareskrim selama 5 jam. Nowela dicecar 16 pertanyaan terkait dugaan kasus DNA Pro.

Sampai saat ini, Bareskrim Polri terus berupaya mengusut terkait investasi ilegal DNA Pro dengan memanggil sejumlah publik figur. Teranyar penyidik memanggil Personel Grup Band Project Pop Herman Josis Mokalu atau yang akrab disapa Yosi.

Termasuk, penyanyi Sri Rossa Roslaina Handiyani atau yang akrab disapa Rossa pada Kamis (21/4) kemarin. Sehingga tercatat selain Yosi dan Rosa, sampai saat ini sudah ada publik figur yang memenuhi panggilan penyidik diantaranya, Rizky Billar dan Lesti Kejora, serta Ivan Gunawan

Adapula untuk publik figur yang bakal diperiksa juga ada Marcello Tahitoe atau Ello, Virzha, DJ Una, hingga Billy Syahputra yang direncanakan bakal dipanggil sebagai saksi.

Dalam kasus ini, Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dit Tipideksus) Bareskrim Polri menetapkan 12 tersangka dalam kasus investasi bodong robot trading platform DNA Pro.

Adapun ke-12 tersangka itu yakni, AB, ZII, JG, ST, FR, FE, AS, DV, RK, RS, RU dan YS. Sementara itu, enam orang diantaranya masih dalam buronan atau masuk dalam daftar pencarian orang (DPO).

Sejauh ini, Polri menyatakan bahwa total kerugian korban dalam kasus investasi bodong robot trading platform DNA Pro mencapai Rp97 miliar. [rhm]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel