Diperiksa Polisi Selama 13 Jam, Presiden ACT Dicecar Seputar Legalitas dan Struktur

Merdeka.com - Merdeka.com - Penyidik Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dit Tipideksus) Bareskrim Polri telah melakukan pemeriksaan terhadap Presiden lembaga kemanusiaan Aksi Cepat Tanggap (ACT) Ibnu Khajar, pada Senin (11/7). Pemeriksaan terhadapnya itu dilakukan hingga Selasa (12/7), sekitar pukul 02.25 WIB.

Ibnu mengaku, pemeriksaan terhadap dirinya selama 13 jam tersebut masih terkait soal legalitas ACT saja dan belum terkait lainnya.

"Masih seputar legalitas dan struktur. Itu aja saya lelah banget, saya istirahat dulu ya" kata Ibnu, Selasa (12/7) dini hari.

Sementara itu, kuasa hukum Ibnu Khajar, Wida menjelaskan, pihaknya telah memaparkan terkait dengan data-data legalitas ACT sejak 2005 dan belum terkait dengan aliran dana ACT.

"Terkait dengan akta pendirian dari tahun 2005. Semua yang kami jelaskan kan ada datanya," jelasnya.

Sebelumnya, Dittipideksus Bareskrim Polri akhirnya telah merampungkan pemeriksaan terhadap mantan presiden ACT, Ahyudin terkait dugaan dana penyelewengan bantuan korban kecelakaan pesawat Lion Air JT-610.

"Ya sejak jam 8.30 WIB sampai tadi jam 21.00 WIB kurang lebih 12 jam lebih. Secara umum penyelidikan berlangsung dengan baik, lancar, santai," kata Ahyudin saat ditemui wartawan di Gedung Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Senin (11/7).

Ahyudin pun membenarkan jika pemeriksaan kali keduanya ini, lebih mengarah terkait bantuan yang diberikan Boeing kepada ACT. Di mana bantuan tersebut, dia mengklaim jika itu berbentuk fasilitas umum (fasum), bukan berupa uang tunai.

"Garis besarnya adalah bentuk program yang diamanahkan oleh Boeing kepada ACT itu dalam bentuk program fasum, penyediaan fasilitas umum. Jadi bukan uang yang diberikan kepada ahli waris itu," tuturnya. [cob]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel